Iuran BPJS Warga Miskin Lebih Besar dari yang Kaya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Iuran BPJS Warga Miskin Lebih Besar dari yang Kaya

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Salah satu persoalan penting dalam sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), ikut diulas Asih Eka Putri, salah satu anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional.
Dalam workshop jurnalis yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI), di Aston Hotel, Jalan Sultan Hasanuddin, Sabtu 19 September tadi pagi, Asih mengungkap belum adilnya sistem iuran, khususnya besaran yang dibayarkan antara peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kelas menengah ke bawah dan atas.
“Besaran pembayarannya justru regresif. Semakin tinggi gaji dan penghasilan pekerja, semakin kecil iuran yang mereka bayar,” terang Asih, di depan para jurnalis.
Dia memberi ilustrasi. Pekerja dengan gaji Rp1 juta, misalnya membayar 5 persen iuran, atau Rp50 ribu. Sementara, pekerja bergaji besar, seperti pejabat-pejabat, pemimpin perusahaan, bisa saja jauh di bawah.
“Pejabat atau pengusaha besar yang berpenghasilan Rp100 juta, misalnya, mengikuti sistem PTKP KI (Penghasilan Tidak Kena Pajak), yakni cuma bayar Rp350 ribu iuran. Memang nilainya lebih besar. Tapi itu cuma 0,0003 persen dari penghasilannya,” urai dia. Belum lagi, jika ada pejabat pemerintah yang ogah membayar BPJS, dan lebih memilih asuransi swasta.
“Partisipasi yang rendah dari pekerja besar ini, membuat pendapatan BPJS Kesehatan lebih rendah dari yang dibelanjakan untuk pengobatan peserta,” ujarnya. Itu membuat BPJS Kesehatan defisit hingga Rp3 triliun. (sbi/wik)‎
loading...
Click to comment
To Top