Paranoid Penyebab Kekerasan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

Paranoid Penyebab Kekerasan

PERILAKU kekerasan yang melibatkan anggota keluarga semisal orangtua tua yang menganiaya anaknya merupakan membuat siapapun mendengarnya, menjadi miris.

Spesialis Kejiwaan RS Haji, dr Muthmainnah Basit, SpKJ mengungkapkan ada banyak faktor yang melatari terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Baik antara suami dan istri maupun antara orang tua dengan anak.

Faktor-faktor tersebut ada yang dari luar dan ada yang dari dalam. Faktor dari dalam misalnya kepribadian seseorang yang memang paranoid, dissosial atau emosional tak stabil. Sedangkan faktor dari luar misalnya karena pengaruh lingkungan.

“Faktor lingkungan, tempat orang tersebut dibesarkan seperti apa kondisinya dan sebagainya,” ujarnya, Jumat, 18 September.
Ia melanjutkan, kepribadian seseorang terkait dengan bagaimana orang-orang di sekelilingnya bertingkah laku atau memperlakukan dirinya. Perlakuan yang didapatkan bisa memicu timbulnya perilaku sadis. “Bisa juga karena faktor ekonomi dan lainnya,” katanya.

Untuk mengatasinya, harus diketahui lebih dahulu apa pemicunya. “Untuk beberapa kepribadian tertentu seseoang bisa dingin, tidak memiliki emosi,tidak bisa menjalin kedekatan dengan orang lain,”katanya.

Di bagian lain, Psikolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Asniar Khumas, S.Psi mengatakan ditinjau dari sisi psikologi beberapa situasi yang menyulitkan bisa jadi pemicu. Misalnya, akibat tekanan hidup yang berat.

Di zaman ini kesulitan ekonomi membuat beberapa orang tua keras dalam menghadapi anak sehingga tanpa disadari mengatakan atau melakukan sesuatu yang tdapat membahayakan atau melukai anak, biasanya tanpa alasan yang jelas.

“Jika ada yang berbuat kasar seperti itu bagusnya dicek kondisi keluarga dan sebagainya. Apakah kehidupannya kurang baik dan sebagainya,” katanya.

Kendati demikian, menurut Pembantu Dekan I Fakultas Psikologi UNM ini, orang-orang dengan perilaku keras dan kasar bisa berubah. Makanya ada yang dinamakan terapi dan konseling. (*)

REPORTER: HAMDANI SAHARUNA
EDITOR: ANGRIANI S UGART

loading...
Click to comment
To Top