Selingkuh Masih Jadi Alasan Gugatan Cerai di PA Polewali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Selingkuh Masih Jadi Alasan Gugatan Cerai di PA Polewali

FAJAR.CO.ID, POLEWALI  — FAJAR-Kasus perceraian di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) hingga Agustus 2015 mencapai 299 kasus. Pengajuan gugatan pun masih didominasi oleh gugatan oleh istri.

Kasus cerai yang diajukan di Pengadilan Agama (PA) Polewali angka cerai gugat istri ada 202 kasus, sementara cerai talak atau cerai yang diajukan suami hanya 97 kasus.

Panitera Sekretaris PA Polewali, Hamzah Appas menjelaskan PA hingga Agutus mencatat angka Tahun 2015, masuk 457 kasus. “Kasus yang masuk masih didominasi oleh kasus perceraian, dibanding dengan kasus isbat nikah, dispensasi kawin, wali adhol, bagi kewarisan, harta benda, dan kasus lainnya,” ujarnya.

Alasan dari sekian perkara kasus, rata-rata berujung perceraian bervariasi. Faktor penyebabnya karena kurang harmonis, ada pihak ketiga atau perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ketidakcocokan, hingga faktor ekonomi. “Alasannya memang variatif, tapi banyak juga karena pihak ketiga, atau KDRT,” ujar Hamzah.

Namun, perkara cerai itu kata Hamzah, untuk kasus cerai biasanya akan disidang prosesnya dari paling lama tiga bulan. “Kasus ini ditaksir akan meningkat sebab biasanya pada masa-masa akhir tahun biasanya ada lagi ajukan gugatan. Ada dari ” ungkapnya. (ham/wik)

Ragam

Selingkuh Masih Jadi Alasan Gugatan Cerai di PA Polewali

FAJAR.CO.ID, POLEWALI  — FAJAR-Kasus perceraian di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) hingga Agustus 2015 mencapai 299 kasus. Pengajuan gugatan pun masih didominasi oleh gugatan oleh istri.

Kasus cerai yang diajukan di Pengadilan Agama (PA) Polewali angka cerai gugat istri ada 202 kasus, sementara cerai talak atau cerai yang diajukan suami hanya 97 kasus.

Panitera Sekretaris PA Polewali, Hamzah Appas menjelaskan PA hingga Agutus mencatat angka Tahun 2015, masuk 457 kasus. “Kasus yang masuk masih didominasi oleh kasus perceraian, dibanding dengan kasus isbat nikah, dispensasi kawin, wali adhol, bagi kewarisan, harta benda, dan kasus lainnya,” ujarnya.

Alasan dari sekian perkara kasus, rata-rata berujung perceraian bervariasi. Faktor penyebabnya karena kurang harmonis, ada pihak ketiga atau perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ketidakcocokan, hingga faktor ekonomi. “Alasannya memang variatif, tapi banyak juga karena pihak ketiga, atau KDRT,” ujar Hamzah.

Namun, perkara cerai itu kata Hamzah, untuk kasus cerai biasanya akan disidang prosesnya dari paling lama tiga bulan. “Kasus ini ditaksir akan meningkat sebab biasanya pada masa-masa akhir tahun biasanya ada lagi ajukan gugatan. Ada dari ” ungkapnya. (ham/wik)

To Top