Litbang Kemendes Sosialisasikan Pemanfaatan Limbah Kayu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Litbang Kemendes Sosialisasikan Pemanfaatan Limbah Kayu

TEMANGGUNG – Tumbuh sumburnya industri pengolahan kayu di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memang selain membawa dampak postif juga negatif, yaitu munculnya limbah industri tersebut. Agar menjadi sesuatu yang lebih berguna, Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Pedesaan (Litbang Kemendes) dan litbang Kementerian Perumahan Rakyat mensosialisasikan pemanfaatan limbah kayu kepada warga di sekitar pabrik kayu.

Nora Eka Liana, Kapus Litbang Kemendes mengungkapkan, potensi limbah kayu di Temanggung sendiri cukup tinggi. Agar tak lagi menjadi pemicu kerusakan lingkungan, maka diperlukan inovasi baru berdaya jual.
Ia menyebut, bahan-bahan yang sebelumnya tak terpakai ini dapat disulap menjadi barang, diantaranya briket, alas peternakan ayam, dan
media tanam jamur.
“Potensi limbah ini cukup tinggi. Oleh sebab itu kita ajarkan kepada masyarakat bagaimana menciptakan inovasi baru dari limbah pabrik
kayu dengan pendekatan 3R, Reuse, Reduce, dan Recycle,” katanya.
Ia menambahkan, sebetulnya pemanfaatan limbah kayu ini sudah kita dipraktekan di daerah kecamatan pringsurat namun baru sebata uji
coba , jadi belum bisa kethaui dampaknya secara ekonomis.
“Namun saya yakin apabila ini dikembangkan secara serius tentu akan menjadi hal yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi ,
disamping juga menjaga kelesterian lingkungan akibat limbah tersebut,” terangnya.
Lanjutnya, di Temanggung sendiri sampai saat ini terdapat 97 perusahaan depo kayu yang belum sepenuhnya mampu mengolah limbah
tersebut. Untuk mewujudkan semua itu, ia miminta agar pihak perusahaan dan masyarakat sekitar mampu bersinergi.
Dadri Arbiyanto, Kasi Litbang Balai Bahan Puslitbang Pemukiman dan Perum Kemenpera menambahkan, selain digunakan menjadi
barang-barang diatas, serbuk-serbuk tersebut juga dapat dijadikan bahan bangunan, seperti conblok dan papan partikel yang memiliki daya
jual cukup tinggi.
“Saya ambil contoh harga satu conblock sekitar Rp3.500 untuk satu meter peseginya butuh sekitar 11 buah, sementara papan partikel
Rp700 per buahnya, itu nilainya sangat tinggi bila serius ditekuni,“ katanya.
Dengan pelatihan ini, ia berharap tingkat kesejahteraan dan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan kayu dapat semakin meningkat. (din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top