Bahaya, Dalam Setahun 360 Hektare Lahan Maros Terbakar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Bahaya, Dalam Setahun 360 Hektare Lahan Maros Terbakar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Intensitas kebakaran lahan di Maros mengkhawatirkan. Hingga September ini, terjadi empat kali kebakaran besar dengan luas area terbakar mencapai 360 hektare. Angka itu menjadikan Maros masuk zona merah daerah rawan kebakaran.
Berdasarkan data dari Kodim 1422, Desa Laiyya menjadi daerah paling luas terjadi kebakaran, yakni mencapai 300 hektare. Menyusul Tompobulu 5 hektar, Simbang 5 hektare, dan Desa Bonto-bonto seluas 50 hektare. “Namun itu bisa dimengerti mengingat musim kering seperti ini,” kata Dandim 1422, Letkol Sunarto, Senin 21 September.
Penyebab kebakaran lahan itu beragam, mulai dari cuaca panas berlebih, puntung rokok, hingga penggunaan alat pengusir lebah oleh pencari madu. “Kami sudah arahkan pihak terkait agar mewaspadai puncak kemarau bulan ini. Kepada para pencari madu hutan yang biasanya membakar, agar menunggu hingga apinya betul-betul padam baru pergi,” ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros sendiri menyiagakan tiga unit armada pemadam kebakaran (Damkar) di daerah rawan kebakaran. Ketiga daerah itu adalah Kecamatan Mandai, Bontoa dan Cenrana. “Ada tiga mobil yang disiagakan di pos sementara di kantor camat masing-masing,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Maros, Muhammad Roem.
Dengan melepas tiga mobil damkar ke kecamatan, BPBD Maros kedatangan tiga unit mobil damkar baru. Ketiga armada baru itu akan melengkapi tujuh armada yang telah ada saat ini, termasuk delapan tangki siram. “Jadi yang baru bisa stand by disini (kantor BPBD,red),” kata Roem.
Selain menyiagakan mobil pemadam, BPBD juga menginstruksikan piket 24 jam bagi petugas damkar. Setiap hari ada satu regu piket dengan jumlah personil sebanyak 20 petugas. (ris)
loading...
Click to comment
To Top