Janganlah Harta Mereka Membuatmu Kagum – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Samudera Ilmu

Janganlah Harta Mereka Membuatmu Kagum

Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji hanya kepada Allah, Rabb yang telah menciptakan daku dengan segala kekuasaan-Nya. Rabb yang menciptakan bapak kita ummat manusia, Nabi Adam dari tanah, dan menciptakan keturunannya dari mani apabila dipancarkan ke dalam rahim; suatu tempat yang kokoh. Dia berfirman:

“Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak menguji dirinya (dengan perintah dan larangan), karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al-Insan, 76: 1-2).

Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad tercinta, keluarganya, dan para sahabat yang mulia.

Allah Ta’ala melarang kita ummat Islam merasa kagum atau takjub, dengan orang-orang munafik juga orang kafir, terhadap anak-anak dan harta mereka. Dia berfirman:

“Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.” (QS. At-Taubah, 9: 55).

Terhadap ayat ini, Ibnu Abbas dan Qatadah berkata, prediksi makna yang sebenarnya adalah, janganlah engkau takjub terhadap harta atau keturunan mereka di dunia ini, karena Allah menghendaki untuk memberikan adzab kepada mereka di akhirat.[1]

Selain itu ada yang berpendapat bahwa maknanya adalah mereka memang diadzab di dunia, yaitu membuat mereka letih dalam mengumpulkan harta.[2]

Ada juga yang berpendapat bahwa maknanya adalah, janganlah kalian tertipu dengan harta dan keturunan yang mereka miliki, karena Allah hendak mengadzab mereka dengan kepemilikan atas harta dan keturunan mereka selama mereka masih hidup di dunia, yaitu dengan menjadikan mereka sebagai orang munafik, karena mereka bersedekah secara terpaksa.[3]

Apakah di zaman sekarang ada orang-orang munafik? Jawabannya adalah ciri-ciri orang munafik di zaman sekarang banyak. Mereka adalah orang yang condong hatinya kepada dunia; sukses yang hendak dicapai hanyalah dunia; sedangkan mereka memusuhi orang mukmin; hati mereka dipenuhi kebencian terhadap orang mukmin: apabila dibacakan ayat-ayat Allah, mereka berpaling dan membantah: mereka menyerang agama ini dengan liberalisme, sekularisme: mereka memerangi orang-orang mukmin yang hendak menegakkan hukum Allah dengan lisan dan harta mereka: yang mereka pikirkan adalah pujian, sensasi, dan kehormatan di mata manusia: mereka berjuang mempertahankan kebathilan. Mereka tidak pedulih terhadap hari akhirat.

Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuat kita kagum. Karena sesungguhnya kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. Demikianlah. Dan segala puji hanya kepada Allah Yang Maha Agung. (*)


 


[1] Al-Jami’ li Ahkaam Al-Quran Imam Al-Qurthubi (QS. At-Taubah, 9: 55). Jilid, 8, hal 395.

[2] Al-Jami’ li Ahkaam Al-Quran Imam Al-Qurthubi (QS. At-Taubah, 9: 55). Jilid, 8, hal 395.

[3] Al-Jami’ li Ahkaam Al-Quran Imam Al-Qurthubi (QS. At-Taubah, 9: 55). Jilid, 8, hal 395.

loading...
Click to comment
To Top