Dinonaktifkan, Ketua STIKES Klarifikasi ke Kopertis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dinonaktifkan, Ketua STIKES Klarifikasi ke Kopertis

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Tak ingin ada gejolak, pihak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah, Sidrap, bertindak cepat mengklarifikasi rumor penonaktifan kampusnya dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).

Pasca menyeruaknya rumor 11 perguruan tinggi swasta (PTS) di Sulsel telah dinonaktifkan oleh Dikti, Ketua STIKES Muhammadiyah, Sidrap, Bambang Roesmono berinisiatif mendatangi Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Makassar.

Kedatangan Bambang ke kopertis, untuk mengklarifikasi sekaligus menanyakan langsung kebenaran informasi penonaktifan kampusnya yang telah beredar luas di jejaring sosial itu. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Bambang mengaku mengklirkan kabar itu.

“Saya sudah tanyakan soal informasi 11 PTS di Sulsel, termasuk kampus kami yang disebutkan telah dinonaktifkan itu, dan, hasilnya, ternyata keliru. Kampus kami tidak dinonaktifkan dan data yang beredar di internet itu adalah data lama yang diupload lagi,” tegas Bambang, Selasa,  22 September.

Bambang sendiri mengaku kebingungan dengan kabar penonaktifan perguruan tinggi yang dipimpinnya itu. Pasalnya, beberapa waktu lalu, kata dia, pihaknya sudah menyampaikan pelaporan rasio dosen tetap dan jumlah mahasiswanya ke kopertis, rasionya sudah ideal.

“Dalam surat pelaporan data kami itu, tercantum rasio dosen tetap dan jumlah mahasiswa yang persentasenya dibawah 1:30. dan perlu dicatat bahwa surat pelaporan  data kami itu sudah dibalas oleh pihak kopertis tertanggal 11 Juni 2014 dan dinyatakan tak ada masalah,” kata Bambang mengklarifikasi berita itu.

Sebagai perguruan tinggi swasta di bidang eksakta, kata Bambang, pihaknya tak pernah lalai menyampaikan segala sesuatu yang dipersyaratkan oleh Dikti. “Termasuk data rasio dosen tetap dan jumlah mahasiswa itu tadi,” kata Bambang.

Senada dilontarkan Wakil Ketua III, Bidang Kemahasiswaan STIKES Muhammadiyah Sidrap, Ishak Kenre. Saat ditemui di kampusnya, kemarin, ia menjelaskan mengenai rasio ideal perguruan tinggi tersebut, sudah lama dilaporkan ke kopertis, selanjutnya ke dikti .

Meski diakuinya, STIKES Muhammadiyah Sidrap, memang pernah kekurangan dosen, namun hal itu kata dia, telah lama dibenahi dengan melakukan penambahan dosen tetap sebanyak 30 orang. “Itulah alasannya kenapa kami yakin rasionya sudah ideal dan jauh dari sanksi,” kata Ishak.

Ishak sendiri berharap agar informasi yang tak dijamin kebenarannya itu, tidak sampai menimbulkan konflik di kampus. “Itu bahaya loh, apalagi kalau mahasiswanya salah paham, makanya perlu diluruskan,” kata Ishak.

Ditengah ketatnya Dirjen Dikti itu, STIKES Muhammadiyah Sidrap, kata Ishak, akan terus berbenah. Dalam waktu dekat, pihaknya kembali akan menambah jumlah dosen dan membatasi jumlah mahasiswa baru.

“Harapannya agar apa yang diharapkan Dirjen Dikti senantiasa sellau terpenuhi. tentunya kami berharap agar data terbaru itu nantinya bisa cepat terinfut ke dalam sistem Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT),” ujar Ishak. (eby)

loading...
Click to comment
To Top