Edukasi Plastik Ramah Lingkungan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Edukasi Plastik Ramah Lingkungan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Industri kantung plastik terbilang besar di Indonesia. Kisaran pemakaiannya mencapai 10 juta ton per tahun. Namun, dari total tersebut tak semuanya aman untuk dipakai. Tak hanya aman untuk kesehatan manusia, tapi juga dari dampak lingkungan yang ditimbulkan. Plastik yang tidak ramah lingkungan butuh waktu puluhan tahun untuk bisa terurai.

Nah, Idul Adha yang identik dengan pemotongan hewan kurban biasanya menggunakan plastik sebagai tempat daging untuk dibagikan. Pemilihan kantung plastik pun harus selektif dilakukan agar dampak kimia dari bahan plastik tak mempengaruhi kesehatan. Hal ini mendorong produsen Sinar Joyoboyo Plastik menghadirkan produk sebagai upaya meminimalisir dampak buruk dari yang ditimbulkan.

“Kualitas produk kami terjamin. Dengan adanya pengembangan teknologi, menjadi bukti komitmen perusahaan yang mampu memiliki standar kualitas dengan hasil maksimal,” ujar Hengky Sidharta, CEO Sinar Joyoboyo Plastik. Dengan produk tenologi plastik oxo-biodegradable Idola Plus, kantung plastik aman dan higienis dipakai untuk makanan. Dengan teknologi tersebut, plastik yang dihasilkan mampu terurai sekitar 28 bulan.

“Idola Plus diproduksi dari bahan biji plastik murni pilihan dan memiliki ISO serta label halal dari MUI. Tanpa mengandung zat beracun berbahaya,” tambahnya. Untuk harga, relatif kompetitif setiap lembarnya atau hanya kisaran Rp30-Rp40. Di tahun kedua ini, pihaknya kembali mengedukasi masyarakat saat peringatan Idul Adha lewat prgram Tebar Plastik Qurban (TPQ) di 600 Masjid pada 78 kota di Jawa atau sebanyak 500 ribu lembar.

Menurutnya, penyebaran kantung plastik saat momen Idul Adha cukup efektif bagi perusahaan. Selain dikenal masyarakat, pihaknya sekaligus edukasi keamanan produk. Hingga kini, label miliknya mendapat porsi baik di masyarakat dengan penjualan lima besar terbanyak. Hingga saat ini pun, growth perusahaan di segmen pasar ini mencapai 30-40 persen. “Kondisi ini terbilang baik ditengah perlambatan perekonomian dan kita mampu tumbuh 30-40 persen dibanding tahun lalu,” katanya.

Agus Supriyanto, Kasi Bina Ritel Dirjen Kemasan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, sampah di Indonesia pertahunnya mencapai 64 juta ton dan 14 persennya adalah plastik. Penanggulangan masalah ini harus dilakukan bersama, termasuk produsen plastik. “Kita apresiasi langkah yang dilakukan produsen plastik yang bertanggung jawab meminimalisir dampak buruk komoditi plastik ini,” imbuhnya.(rei)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top