Gakumdu Maros Tidak Lengkap, Laporan Paslon Mandek – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Gakumdu Maros Tidak Lengkap, Laporan Paslon Mandek

FAJAR.CO.ID, MAROS — Pilkada Maros mulai menghangat dengan ramainya laporan pelanggaran masa kampanye di Panwaslu. Usai tim pemenangan Hatta Rahman-Harmil Matotorang (Hatita’) melaporkan tim Husain Rasul-Sudirman (Hadir) atas dugaan Black Campaign, kini tim pemenangan Imran Yusuf-Said Patombongi (Iman) yang juga melaporkan hadir dengan tudingan serupa.

Namun, sejak dilaporkan akhir pekan lalu, rapat Panwaslu dengan Gakumdu untuk memastikan adanya pelanggaran pidana pada laporan paslon, selalu tertunda alias belum pernah digelar. “Kami sudah agendakan kemarin, pihak Panwaslu dan Polisi sudah ada, tapi kejaksaan yang absen,” kata Komisioner Panwaslu Maros, Satriawan.

Satriawan menambahkan, hari ini, Selasa 22 September pihaknya bakal kembali mengagendakan rapat dengan Gakumdu. “Kita punya waktu seminggu sejak laporan masuk untuk menindak sesuai aturan. Jika terdapat unsur pidana bisa saja paslon itu digugurkan,” urainya.

Laporan dari Tim Iman membuat tensi Pilkada Maros meninggi sepekan terakhir. Bahkan, Tim Iman membuat manuver dengan rapat mendadak membahas potensi head to head jika Hadir digugurkan dari bursa kontestan Pilkada. “Kami menungu keputusan Panwalu. Setiap opsi harus dipertimbangkan, termasuk berhadapan satu lawan satu dengan Hatita’,” kata Jubir Iman, Muh Fajrin.

Hal ini membuat hubungan Iman dengan Hadir juga semakin panas. Master Campaign Hadir, Akbar Endra dengan Muh Fajrin yang dulu akrab dan sering ngopi bareng, kini saling tuding baik di media cetak maupun di media sosial. Akbar lewat salah satu statementnya di media cetak menyebut Iman kandidat boneka, yang diberi tugas khusus oleh petahana Hatta Rahman.

Tidak terima disebut boneka, Iman melaporkan Akbar Endra ke Panwaslu Maros, atas tuduhan pelanggaran aturan kampanye. Ini kedua kalinya Iman melaporkan tim Hadir. Sebelumnya, Iman juga mempersoalkan baliho Hadir yang dipajang tidak sesuai aturan kampanye. (ris/wik)

loading...
Click to comment
To Top