AIS: Hindari Sifat Tamak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

AIS: Hindari Sifat Tamak

FAJAR.CO.ID, BARRU — Momentum Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah sejatinya tidak sekadar memaknai sebatas ritual semata. Tanpa bermaksud menggurui, perayaan hari kurban bagi ummat Muslim itu, seharusnya diletakkan dalam konteks peneguhan nilai kemanusiaan dan spirit keadilan.

Para ulama kita seringkali menyebut jika ada tiga makna penting  di ritual perayaan idul adha. Masing-masing, makna ketaqwaan manusia atas perintah Sang Khalik, makna sosial, dan terakhir tentang makna apa yang diqurbankan.

Sekadar mengingatkan kembali, makna ketaqwaan yang dimaksud di hari qurban adalah simbol penyerahan diri manusia secara utuh kepada Sang Khalik,sekalipun bentuk pengurbanannya seorang anak yang kita kasihi.

Makna sosial, yakni agama kita mendidik agar memiliki kepekaan dan solidaritas tinggi terhadap sesama. Sebab kurban juga bagian pengejawantahan berbagi ke sesama, dan lebih peduli terhadap kondisi sekitar kita.

Ketiga, tentu saja makna apa yang diqurbankan merupakan simbol dari sifat tamak dan kebinatangan yang ada dalam diri manusia, seperti rakus, ambisius, suka menindas dan menyerang, serta menjelek-jelekkan atau bangga ketika memfitnah.

Sebagai manusia, memang memang memiliki karakteristik yang rumit dan kompleks, dimana didalamnya tergabung unsur kebaikan dan keburukan. Ia dapat “meninggi” melebihi para malaikat. Namun ia juga dapat terjungkal ke jurang kehinaan melebihi binatang.

Tapi khusus kelemahan yang ada di dalam diri manusia, tidak lantas menjadikan kita berputus asa dan menyerah pada keinginan hawa nafsu. Dalam hal ini, itu sangat tergantung kepada manusianya sendiri. Jika ia memanfaatkan potensinya untuk kebaikan, maka dia akan menjadi manusia yang baik dan selamat. Sebaliknya, bila sifat negatif yang terus diikuti, niscaya akan jatuh ke jurang kehinaan dan kenistaan.

Lantas, apakah kita ingin terjatuh ke jurang kehinaan? Jika jawabannya tidak, maka marilah kita bersama mengevaluasi diri. Sering berkata kasar, mengolok-olok manusia dengan sebutan binatang, serta piawai menceritakan kejelekan orang lain, dan suka menebar fitnah, sudah saatnya dihentikan.

Jauh lebih baik kita terus menebar kebaikan, saling menghormati. Dan tentu saja memaknai serta mengimplementasikan tiga makna qurban di atas. Kepada saudaraku Ummat Muslim, Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H.  Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail semoga menginspirasi kita semua. (*/wik)

loading...
Click to comment
To Top