Dengan 201,9 Km Garis Pantai, Cilacap Siap Tumpu Poros Maritim – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Dengan 201,9 Km Garis Pantai, Cilacap Siap Tumpu Poros Maritim

CILACAP, RAJA –  Pemerintah Kabupaten Cilacap, siap mendukung program pemerintah pusat yang sedang berupaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia serta pembangunan nasional di sektor kelautan.

“Oleh karena itu, pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Cilacap tidak hanya untuk memenuhi kepentingan sesaat namun juga mempertimbangkan keberlanjutan pemanfaatannya,” kata Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah Cilacap Dian Setiabudi di Cilacap, Selasa.

Dian mengatakan hal itu saat membacakan sambutan tertulis Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kegiatan menyambut Hari Nusantara XV Tahun 2015 di halaman Kantor Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap.

Menurut dia, salah satu misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni pembangunan perekonomian yang bertumpu pada potensi lokal dan regional melalui sinergi fungsi pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, perdagangan, serta industri dengan menekankan pada peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja dengan tetap mempertimbangkan pembangunan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah, Cilacap memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 201,9 kilometer.

Dari panjang garis pantai tersebut, kata dia, 105 kilometer di antaranya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sedangkan sisanya sepanjang 96,9 kilometer merupakan garis pantai yang berhadapan dengan Pulau Nusakambangan serta kawasan Segara Anakan. “Hal ini tentunya merupakan peluang yang sangat besar untuk kegiatan kelautan seperti jasa kelautan, pariwisata, pertambangan serta energi gelombang dan air laut,” katanya.

Bahkan, kata dia, Kabupaten Cilacap juga memiliki sumber daya pesisir yang sangat unik khususnya hutan mangrove terluas dan terlengkap di Pulau Jawa, yakni kawasan laguna Segara Anakan.

Ia mengatakan bahwa luasnya wilayah laut dan pesisir dengan berbagai potensi yang ada di dalamnya tentu merupakan potensi pembangunan yang sangat besar. “Apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya akan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya. (in)

loading...
Click to comment
To Top