Percaya Nggak, Pria ini Punya Empat Jabatan di Instansi Berbeda, Pemprov, Pelindo, Pertamina dan BIN – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Percaya Nggak, Pria ini Punya Empat Jabatan di Instansi Berbeda, Pemprov, Pelindo, Pertamina dan BIN

SURABAYA – Bermodalkan pakaian klimis dan nada bicara yang meyakinkan, Andhika Dodik Bintoro, 33, warga Buduran, Sidoarjo, mampu menipu puluhan korbannya dengan menjanjikan akan dicarikan pekerjaan.

Tak tanggung-tanggung, dia mengaku sebagai Kasubag Umum Kantor Bea Cukai Surabaya, pegawai lapangan PT Pertamina, pegawai Pemprov Jatim, bahkan juga anggota Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mempedaya korban-korbannya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete menjelaskan bahwa kedok Andhika terbongkar setelah salah satu korbannya melapor ke polisi tentang kasus penipuan tersebut.

Saat itu, korban yang curiga lantaran sering dimintai sejumlah uang dengan alasan sebagai biaya administrasi agar bisa bekerja sebagai pegawai di PT Pelindo III melapor ke Unit Resmob Polrestabes Surabaya.

“Namun setelah beberapa kali transfer uang, tersangka tidak pernah memberikan kepastian kapan korban akan diterima bekerja. Karena merasa curiga telah jadi korban penipuan, korban lantas melaporkan kasus ini,” ungkap Takdir, kemarin (22/9).

Menurut perwira polisi asal Makassar ini, Andhika berhasil ditangkap setelah polisi menjebaknya dengan cara menyuruh korban untuk berpura-pura mengirimkan uang sesuai permintaan tersangka. Namun, kali ini uang akan diberikan langsung kepada tersangka.

“Nah, saat korban dan tersangka ini bertemu di sebuah kafe di Jalan Mayjend Sungkono, akhirnya kami dapat meringkusnya dan kami bawa ke mako (Mapolrestabes Surabaya, red) untuk diproses hukum,” jelasya.

Menurut Takdir, berdasarkan pengakuan tersangka, dia sudah menjankan aksi tipu-tipu ini sejak tahun 2014 lalu. Modusnya dengan berpura-pura menjadi pegawai atau pimpinan di salah satu perusahaan yang diinginkan para korban untuk diterima bekerja. [NEXT-FAJAR]

Tidak hanya mengaku sebagai anggota BIN, Andhika juga mengaku sebagai pegawai Pelindo III, Pertamina, hingga pejabat di Pemprov Jatim.

“Dia ini selalu berganti-ganti identitas pekerjaan tergantung dari pekerjaan yang diinginkan para korban. Misalnya kalau ada korban yang ingin jadi CPNS, dia mengku sebagai pejabat pemprov,” terangnya.

Takdir menjelaskan bahwa dalam melakukan aksinya, tersangka selalu meminta uang kepada korbannya dengan jumlah yang bervariasi. Mulai dari Rp 20 juta, Rp 30 juta, hingga Rp 50 juta kepada setiap korbannya.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, uang tersebut akan digunakan untuk mengurus administrasi di perusahaan yang ingin korban bekerja. Namun, semua itu hanya modus tersangka karena uang tersebut sebenarnya masuk ke rekeningnya sendiri,” lanjutnya.

Untuk meyakinkan semua korbannya, tersangka sudah menyiapkan beberapa arsip berisikan formulir pendaftaran palsu serta tanda pengenal palsu. Arsip tersebut ditunjukkan ketika bertemu dengan para calon korbannya.

“Setelah korban percaya, baru dia meminta uang dan mengaku bisa memasukkan para korban untuk bekerja di tempat yang mereka inginkan,” urainya.

Sementara itu, cara tersangka mencari calon korban dengan berkeliling di mal-mal atau tempat-tempat ramai lain. Saat sudah mendapatkan target, dengan lihai, Andhika mulai melancarkan aksi tipu-tipu dengan membuka omongan dan pura-pura akrab.

“Setelah korban tidak curiga, akhirnya dia menawarkan maksud dan tujuannya,” ungkap perwira dengan dua melati di pundaknya ini.

Saat ini, kata Takdir, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini termasuk melacak berapa jumlah korban yang sudah ditipu oleh tersangka. Sebab, polisi menduga sudah ada puluhan orang yang menjadi korban tersangka dengan nilai kerugian hasil penipuan mencapai miliaran rupiah.

“Kami akan terus menyelediki kasus ini. Untuk sementara memang baru ada lima korban yang sudah melapor. Kami masih mencari korban yang lain,” tegasnya. (yua/jay)


loading...
Click to comment
To Top