Tebar 20.000 Rajungan di Segara Anakan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tebar 20.000 Rajungan di Segara Anakan

CILACAP, RAJA – Sebanyak 20.000 benih rajungan ditebar di kawasan Segara Anakan, Cilacap oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan Kabupaten Cilacap.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Lalu Muhammad Syafriadi di Cilacap, Selasa mengatakan, pihaknya ingin memberikan suatu pendidikan kepada masyarakat melalui kegiatan tebar benih rajungan tersebut. “Kami ingin memberikan pendidikan kepada masyarakat bahwa janganlah menangkap rajungan yang kecil. Biarlah mereka berkembang dulu agar terjadi keberlanjutan untuk anak cucu kita,” katanya.

Selain tebar benih rajungan, kata dia, pihaknya juga menanam bibit mangrove di sekitar Segara Anakan. Menurut dia, hal itu dilakukan agar kepiting dan biota-biota lain yang hidup di kawasan mangrove tetap bisa menyediakan larva bagi ikan-ikan yang akan keluar ke perairan. “Dengan demikian, kehidupan nelayan-nelayan kita menjadi terjamin. Oleh sebab itu, pentingnya teman-teman Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) untuk saling bersinergi sehingga kita bisa saling mengingatkan para nelayan untuk tidak menggunakan alat-alat tangkap yang tidak diperbolehkan,” katanya.

Dengan tidak menggunakan alat-alat tangkap yang dilarang digunakan, kata dia, berarti ikut menjaga agar kekayaan alam khususnya potensi perikanan tetap lestari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan Kabupaten Cilacap Supriyanto mengatakan bahwa 20.000 benih rajungan yang ditebar di sekitar Segara Anakan itu merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. “Tebar benih rajungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan untuk menyambut Hari Nusantara XV Tahun 2015 yang jatuh pada tanggal 13 Desember 2015 dan rencananya akan diperingati di Aceh,” katanya.  (in)

loading...
Click to comment
To Top