Kebakaran Maros Terkendali, Damkar Masih Standby – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Kebakaran Maros Terkendali, Damkar Masih Standby

MAROS, FAJARONLINE — Kebakaran hutan di kabupaten Maros yang terjadi sejak Senin pagi, baru bisa dikendalikan penuh Rabu 23 September kemarin. Diperkirakan luas area kebakaran hutan telah mencapai 100 hektar, dimana mayoritas yang terbakar adalah pinus. Meski telah reda, tim  yang terdiri dari petugas BPBD‎, Damkar, TNI, Dishut dan mahasiswa Kehutanan Unhas masih standby bergiliran di pelbagai titik api.

Komandan Kodim 1422 Letkol Sunarto mengatakan, petugas kewalahan untuk memadamkan api, hal itu dikarenakan hembusan angin sangat kencang di puncak hutan pendidikan. “Anginnya kencang, sehingga kita kesulitan untuk memadamkan. Beberapa area telah kami sekat, tapi karena angin kencang membuat api mudah untuk menyeberang, ” jelasnya.

Pantauan FAJAR, titik api juga muncul di Dusun Patttiro, menara telkom, baruga unhas,  Desa Leppu poccoe. Khusus di Dusun Pattiro sedikitnya 80 orang dari Kodim diturunkan sejak Senin malam untuk memadamkan api.

“Sejak semalam anggota kami telah berada di dusun Pattiro. Disana titik api sangat besar. Informasi yang kami dapat terakhir melalui HT, apinya sudah mulai padam, “jelasnya.

Untuk memadamkan api dengan cepat, pihaknya menambahkan personil menjadi 100 orang, dari instansi terkait. Selain itu,  50 orang mahasiswa Fakultas Kehutanan unhas juga turun langsung untuk memadamkan api.

Sementara itu, Bupati Maros Andi Herry Iskandar saat memantau lokasi kebakaran mengatakan, Pemkab Maros berkomitmen menghentikan musibah yang terjadi hampir setiap tahun itu. Herry menyebut, telah meminta petunjuk SYL, dan berkoordinasi dengan unsur TNI, POLRI, tim pemadam kebakaran dari Pemds Maros.

Kekurangan alat pemadam atau jet shooter saat ini menjadi kendala utama, yang hanya 12 buah. Posko terpadu lintas instansi juga tengah digagas agar kejadian serupa tidak berulang. “Kita butuh jet shooter tipe EV, butuh sebanyak-banyaknya atau sekitar 100 buah sehingga lokasi yang sulit bisa dijangkau oleh tim pemadam. Saya sudah telepon pak Gubernur untuk kebutuhan ini dan nanti pak Gubernur minta langsung ke Menteri,” bebernya. (ris)

Click to comment
To Top