Polsek Ujung Pandang Kalah Praperadilan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Polsek Ujung Pandang Kalah Praperadilan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (23/09) pagi mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan Lie Lie Jun, terhadap pihak Kepolisian Sektor Ujung Pandang Kota Makassar.

Sebelumnya, pemohon dilaporkan ke Polsek Ujung Pandang oleh Ali Selamat yang tak lain adik kandung pemohon. Menurut Teguh Suharto Utomo dan Suhandi, penasehat hukum Lie Lie Jun, pelaporan yang dilakukan Ali bermula dari hasil penjualan property di Hongkong milik orang tua mereka.  Hasil penjualan lalu dibagi kepada saudara-saudaranya termasuk pemohon dan pelapor.

Pemohon dan pelapor, kata Teguh bersaudara tujuh orang, salah satu saudara mereka yakni Lie Tjiep Njam, selama ini sakit dan semua biaya  berobat dan biaya rumah sakit ditanggung oleh pemohon, sehingga itu jatah Lie Tjiep Njam, diserahkan ke pemohon, sesuai permintaan Lie Tjiep Njam yang disampaikan kepada orang tuanya dalam hal ini ibu mereka.

Pelapor yang mengusai hasil penjualan lalu mentransfer secara bertahap jatah Lie Tjiep Njam ke Lie Lie Jun, seperti permintaan Lie Tjiep Njam ke ibunya.

Namun, tiba-tiba Ali Selamat melayangkan surat somasi agar Lie Lie Jun,  segera mengembalikan uang yang telah diterima dalam waktu tujuh hari. Karena tak mendapatkan tanggapan Ali Selamat melaporkan Lie Lie Jun ke Polsek Ujung Pandang 23 April 2015. Kemudian pada tanggal 25 Mei 2015 polisi memeriksa Lie Lie Jun, sebagai saksi, kemudian hari itu juga dijadikan tersangka dan dikeluarkan surat perintah penahanan.

“Mungkinkah, dalam sehari seseorang dijadikan, saksi, tersangka dan dilakukan penahanan. Hanya karena keterangan saksi dan keyakinan penyidik,” kata Teguh, Kamis (24/09).

Setelah menjalani penahanan, pada tanggal 9 Juni 2015, termohon menandatangani surat perintah penangguhan penahanan, sesuai surat perintah PN Makassar, dengan menitip uang jaminan Rp 600 juta. Namun faktanya, kata penasehat hukum termohon, dana jaminan tersebut tidak diserahkan ke PN, namun uang tersebut diserahkan kepihak pelapor, disamping itu juga pemohon menyerahkan enam lembar cek Bank BCA.

Adapun permohonan praperadilan yang dikabulkan PN Makassar yakni, menyatakan surat penetapan nomor : STP. Asts/151/V/2015/Reskrim tentang peradilan status tertanggal 25 Mei 2015 tidak sah, menyatakan penetapan tersangka atas diri pemohon yang dilakukan oleh termohon adalah tidak sah dan memerintahkan kepada pelapor untuk mengembalikan kepada pemohon uang jaminan sebesar Rp 600 juta. (mp)

loading...
Click to comment
To Top