Produksi Padi Maros Tidak Terdampak El Nino‎ – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Produksi Padi Maros Tidak Terdampak El Nino‎

FAJAR.CO.ID, MAROS — Dinas Pertanian Maros ‎mengklaim El Nino tidak berdampak signifikan terhadap produksi padi di Butta Salewangan. Tahun ini, Maros memproduksi 350 ribu ton padi dalam setahun, atau sekira 7-8 ton per hektare dari enam ribu hektare sawah Maros.

“Kita konsumsi sekira 200 ribu ton, sisanya (125-150 ton) adalah surplus dan bahkan kita bisa suplay daerah lain sepeerti Kalimantan,” beber Kadistan H Burhanuddin.

‎Burhanuddin menambahkan, Maros bisa tidak terpengaruh dampak El Nino karena menanam padi IP 300 varietes Impari sidenuk. Padi yang bisa dipanen tiga kali dalam setahun itu, juga didukung oleh sistem irigasi Maros yang hingga kini sangat diandalkan petani, dari sumber air Bantimurrung.

“Petani, kelompok tani, penyuluh dan Kodim 1422 bekerrja sinergis sehingga kita tidak khawatir, apakah itu gagal panen, tidak stabilnya harga padi, hingga rencana impor pemerintah pusat. Lagipula, pertengahan oktober nanti sudah akan hujan,” ujarnya yakin.

‎Terkait rencana impor padi yang mulai didengungkan pemerrintah sebagai dampak el nino, Burhanuddin menyarankan pemerintah pusat berhati-hati. Pasalnya dengan membuka keran impor, bisa menjatuhkan stabilitas harga dan merugikan petani sendiri.

“Pemerintah bisa menempuh jalan lain, semisal membeli padi dari petani langsung dengan harga petani. Jika tidak, justru swasta yang akan membeli mahal beras bagus dari petani, sehingga suplai beras yang dipunyai Bulog tinggal beras kualitas rendah, tidak bisa diandalkan untuk mempertahankan ketersediaan pangan,” urainya.

Dirinya juga menyarankan pemerintah menuntaskan proyek-proyek irigasi dan bendungan sebagai solusi jangka panjang jika el nino kembali terjadi. “Pemerintah mesti menengok Maros. Disaat daerah lain kekeringan dan terancam pangannya, Maros justru memasuki musim tanam ketiga,” tandasnya. (ris)‎

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top