Dana Desa Lamban Terserap, Ini Penyebabnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Dana Desa Lamban Terserap, Ini Penyebabnya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, permasalahan utama belum maksimalnya penyerapan dana desa, antara lain disebabkan karena belum maksimalnya program desa. Padahal di sebagian daerah dana telah digelontorkan dari rekening Pemda Tingkat II ke rekening desa.

“Jadi perlu dimaksimalkan, karena pelaksanaan dan penyerapan dana desa penting untuk pertumbuhan dan pergerakan ekonomi di desa,” ujar Tjahjo, Jumat (25/9).

Mengatasi kondisi ini, Tjahjo mengaku telah memimpin rapat koordinasi terbatas dengan jajaran Eselon I dan II dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Desa, Ditjen Kependudukan, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Badan Perbatasan dan pejabat dari Badan Pendidikan dan Pelatihan pada Jumat pagi hingga siang.

“Perintah saya kepada Dirjen Desa (Nata Irawan,red) segera hari ini (Jumat,red) menugaskan eselon II dan III untuk turun ke provinsi dan koordinasi dengan perangkat provinsi urusan desa serta pejabat desa di pemKab/kota se-Indonesia,” ujar Tjahjo.

Menurut Tjahjo, pejabat Kemdagri perlu turun ke daerah untuk menggerakkan aparat kabupaten yang mengurusi desa dan segera menggerakkan perangkat desa untuk melaksanakan program desa.

Selain itu, langkah tersebut juga perlu karena meskipun tiga menteri telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pedoman penggunaan dana desa dan langkah-langkah Kementerian DPDTT dalam merencanakan dan memonitor pelaksanaan dana desa telah berjalan, namun dirasa belum optimal.

“Kemendagri sesuai tugasnya hari ini mengirim radiogram kepada Bupati/wali kota, tembusan kepada urusan desa seluruh Indonesia. Intinya agar mempercepat pencairan dana desa secara penuh, tidak bertahap,” ujarnya.

Radiogram kata Tjahjo juga dikirim agar kepala daerah, khususnya pejabat terkait masalah desa di Pemda Tingkat II turun langsung memonitor seluruh desa di wilayahnya. Hal ini untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan tanggungjawab penuh.(gir/jpnn)

To Top