Tersangka Kasus Pembunuhan Warga Sulsel di Bintuni Oknum Anggota TNI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Tersangka Kasus Pembunuhan Warga Sulsel di Bintuni Oknum Anggota TNI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sejauh ini polisi pun telah menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan sadis terhadap istri dan anak dari Yulius Hermanto asal Toraja, Sulawesi Selatan. Mereka adalah Frelly Dian Sari (26) yang tengah hamil 4 bulan serta dua orang anaknya Cicilia Putri Natalia (6,8) dan Andika Wirata (2). Mereka tewas terbunuh dikediaman mereka di Distrik Sibena, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat pada 25 Agustus 2015 lalu.

Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) yang diwakili oleh Ketua Umum KKSS Andi Jamaro Dulung mengapresiasi langkah Polri dalam mengusut kasus pembunuhan yang tidak berperikemanusiaan itu. Andi Jamaro Dulung yang didampingi Wakil Sekjen KKSS Nur Amin mendatangi Mabes Polri untuk memberikan pernyataan sikat atas peristiwa pembunuhan itu. Kedatangan keduanya diterima langsung oleh Wakabareskrim Irjen Pol Syahrul Mamma.

Setelah mendengarkan penjelasan dari BPP KKSS, Wakabareskrim saat itu juga langsung menghubungi Kapolda Papua Barat. Dalam pembicaraan melalui telepon tersebut, Kapolda menjelaskan bahwa kasus tersebut tengah ditangani oleh Polres Teluk Bintuni. Namun, karena tersangka adalah oknum anggota TNI maka proses penanganan kasusnya ditangani oleh Denpom TNI.

“Kami mengapresiasi kesigapan aparat Polri dan TNI dalam menangani kasus tersebut. Dan kami menghimbau BPW KKSS Papua Barat untuk tetap mengawal kasus ini sampai pengadilan menetapkan hukuman yang setimpal bagi pelaku pembunuhan sadis ini,” tegas Andi Jamaro.

Selain itu juga, Andi Jamaro meminta kepada BPW dan BPD KKSS yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia agar tetap menjaga kedamaian dan keharmonisan. Dalam kesempatan itu juga Andi Jamaro menegaskan bahwa kasus pembunuhan tersebut merupakan murni kriminal.

“Jelas bahwa kasus ini murni kriminal tidak ada kaitan dengan suku dan Agama (SARA), jangan sampai ada yang membelokkan. Sekali lagi ini murni kriminal,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada 27 Agustus lalu, Yulius Hermanto yang berprofesi sebagai guru menempuh perjalanan pulang sekitar 5 jam dengan menggunakan perahu setelah dua hari mengajar di pulau terpencil. Namun, betapa terkejutnya dia ketika sampai dirumahnya, dia menemukan istri dan dua anaknya sudah tidak bernyawa.

Frelly dan dua anaknya menderita luka bacokan benda tajam. Bahkan, Frelly tewas mengenaskan karena (…maaf) ditusuk-tusuk dengan benda tajam dan diduga sebelum dibunuh mengalami kekerasan seksual lebih dulu, Sedangkan anaknya pun digorok. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top