TRAGEDI MINA! “Kami Terhimpit, Banyak Mayat Digotong ke Arah Jembatan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

TRAGEDI MINA! “Kami Terhimpit, Banyak Mayat Digotong ke Arah Jembatan

FAJAR.CO.ID, MINA – Jumlah korban tewas pada tragedy Mina hingga pagi ini sudah mencapai 717 jamaah. Mereka tewas karena berdesakan di jalan Arab 204, yang merupakan salah satu akses alternatif dari Minajadid menuju lokasi melempar jumrah di jamarat, Mina Mekkah, kemarin.

Tiga jamaah haji Indonesia tewas dalam tragedi ini. Salah seorang saksi mata Mugi Suryojaya, ketua rombongan (karom) kelompok terbang (kloter) 48 embarkasi Surabaya (SUB), menceritakan kejadian tersebut.

“Kami berangkat melempar jumrah dari Minajadid. Sesampai di jalan 204 sebelum jembatan, jamaah numpuk dari dua arah. Lokasinya setelah pasar,” ujarnya kemarin.

Mugi menjelaskan, jamaah yang mau masuk bertemu dengan jamaah yang akan keluar di jalan tersebut. “Kami terhimpit, kebanyakan kepanasan dan akhirnya korban berjatuhan,” tuturnya.

Menurut Mugi, salah satu korban yang meninggal merupakan anggota rombongannya. “Namanya Niro dari Paiton, Probolinggo. Saat di lokasi kejadian, dia lepas dari saya. Beberapa saat kemudian saya lihat digotong sama askar dan ditaruh di bawah jembatan,” katanya.

Mugi sempat melihat wajah Niro yang digotong dan wajahnya ditutup kain ihram. “Saya buka ihram yang nutupi wajahnya. Saya lihat ada sleyer hijau di leher dan mukanya memang Pak Niro. Saya bilang ke askar, ini teman saya. Terus kemudian dibawa pergi,” jelas Hasan, salah satu anggota rombongan.

Hasan menjelaskan, posisi pak Niro di belakangnya saat kejadian. “Saya lihat banyak mayat yang digotong kemudian dibawa ke arah jembatan,” jelasnya.

Mugi menjelaskan, korban yang meninggal bukan orang Indonesia saja. “Saya menyaksikan sendiri. Kejadiannya di pintu masuk dekat jembatan. Korbannya yang banyak orang kulit hitam,” jelasnya.

Dia mengaku ikut berdesak-desakkan dekat lokasi  yang menjadi lokasi kejadian. Hasan menambahkan, ketua KBIH Saiful Bahri yang mereka bawa juga menjadi korban dan dibawa ke rumah sakit. (end/sam/jpnn)

To Top