Ini Kisah Kejayaan Sang Legenda PSM Ramang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Bola

Ini Kisah Kejayaan Sang Legenda PSM Ramang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Laga PSM menjamu tim berjuluk Naga Mekes hari ini, Sabtu 26 September ternyata bertepatan dengan peringatan berpulangnya penggawa PSM, Andi Ramang. Pemain yang gemilang di era sepak bola perserikatan ini meninggal di usia 63, pada  1987.

Demi mengenang kejayaannya, suporter PSM mengirim doa kepada Ramang melalui media sosial. Selain itu, mereka juga berharap kemenangan PSM bisa menjadi persembahan bagi bintang utama Juku Eja itu. “Mengenang 28 tahun kepergian Sang Legenda “RAMANG” #Al – Fatihah #PSMDay #EwakoPSM,” kicau akun twitter @Maczman_Ori Ramang mulai memperkuat PSM

Makassar pada usianya yang ke-27. Kala itu, PSM masih memakai nama Makassar Voetbal Bond (MVB). Melalui sebuah klub bernama Persis (Persatuan sepak bola Induk Sulawesi) ia kemudian ikut kompetisi PSM. Ia kemudian dilamar memperkuat PSM saat mampu mencetak banyak gol di salah satu pertandingan.

Bakat Ramang memang sudah lama diwarisi dari ayahnya, Nyo’lo, ajudan Raja Gowa Djondjong Karaenta Lembangparang. Ia dikenal sebagai jagoan sepak raga. Sebelum pindah ke Ujung Pandang, ia pernah memperkuat tim sepak bola di tanah kelahirannya, Barru.

Ramang dikenal sebagai penyerang yang haus gol. Ia diakui sebagai penembak jitu. Bahkan dari sasaran mana pun, ia mampu menendang sembari berlari kencang. Tak heran banyak tim yang ingin menjajal keperkasaan Ramang di tahun 1950-an.

Lantaran prestasinya di PSM, Ramang ditarik memperkuat tim PSSI. Satu per satu kesebelasan Eropa menjajal kekuatan PSSI yang diperkuat Ramang. Mulai dari Yugoslavia yang gawangnya dijaga Beara, salah satu kiper terbaik dunia kala itu, hingga klub Stade de Reims yang diperkuat si kaki emas Raymond Kopa. Di Asia sendiri, Indonesia menjadi tim yang sangat diperhitungkan.

Ramang terpaksa menutup usianya gara-gara penyakit yang dideritanya. Ia terlalu memaksakan diri melatih timnya, PSM hingga harus terkena penyakit di paru-parunya, tahun 1981. Kendati demikian, demi mengenang perjuangan Ramang mengharumkan sepak bola tanah air, hingga kini skuat PSM memboyong namanya di setiap pertandingan sebagai Pasukan Ramang. (mp13/wik)

loading...
Click to comment
To Top