Jangan Gadaikan Hak Pilih dengan Uang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Jangan Gadaikan Hak Pilih dengan Uang

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bulukumba, mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggadaikan hak pilihanya dengan uang.

Kedua lembaga tersebut menganggap hal itu sangat penting disampaikan kepada masyarakat mengingat saat ini tak bisa dihindarkan akan adanya pemilih pragmatis. Komisioner KPUD Bulukumba, Hasanuddin Salassa menjelaskan, fenomena seperti pragmatis dalam menentukan pilihan pada setia event pesta demokrasi, adalah sisi lain yang tak bisa terhindarkan.

Sebagaian masyarakat, kerap menjadikan indikator materi sebagai alasan untuk memilih salah satu kandidat dalam pesta demokrasi termasuk pada Pemilukada kala ini. Menrutnya, dengan memberikan pilihan pada salah satu kandidat nantinya, adalah pembuktian kedaulatan masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya, sehingga sangat disayangkan kalau hak pilih tersebut digadaikan ataupun ditukar dengan materi (pragmatis).

“Kalau memilih karena program si calon bagus, dan rasional. Saya kira itu wajar. Yang tidak bisa diterima, kalau kita harus memilih kandidat tetapi suara kita tergadaikan dengan rupiah. Sehingga kami mengaharap agar seluruh masyarakat paham betul visi-misi Bupati, dan tulus dari hati memberikan suaranya,” ujar Hasanuddin, Sabtu 26 September.

Kedepannya, untuk meminimalisir kondisi tersebut tidak mengakar dalam stigma pemahaman masyarakat. Pihaknya, terus gencar melakukan sosialisasi tentang pendidikan politik, khsusunya mereka yang masuk dalam kategori pemilih pemula. Hasanuddin, meyakini, dengan memberikan pencerahan politik dan esensi dari hak berdemokrasi, khususnya bagi kalangan pemuda, Kedepannya proses dan mekanisme yang salah dalam menentukan pilihan lambat laun akan menghilang.

“Suatu proses yang awalnya sudah tidak sehat, maka hasilnya juga tidak akan baik. Masyarakat yang memilih hanya karena persoalan materi, saya yakin hasilnya juga tak akan bagus,”katanya.

Ditambahkanya, untuk mencegah dan meminimalisir hal tersebut, menjadi tugas dan tanggungjawab bersama tak hanya KPUD, namun lebih khusus kepada kandidat masing-masing dan partai politik, untuk terus mengumandangkan Pemilukada yang sehat, bersih, aman dan damai. Pihaknya juga, mengimbau kepada seluruh Paslon untuk tidak meggunakan cara-cara yang tidak sehat dalam mencari simpati rakyat.

“Kami harap jangan ada Paslon, yang potong kompas dengan menggunakan cara-cara yang kurang elok untuk bisa mendapatkan suara, karena ini akan mendegradasi proses politik,”ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan, Komisioner Panwaslu Bulukumba, Ambo Rade. Menurutnya, kondisi soal pragmatis sebagaian masyarakat dalam menentukan pemilihan politik adalah hal yang memang selalu ada dalam setiap momentum demokrasi. Hanya, saja kondisi tersebut bisa diminamalisir. Pihaknya, sendiri terus berupaya dalam melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap susuatu yang berpotensi melakukan politik bagi uang.  “Kita akan berupaya mencegah dnegan mengidentifikasi, kantong-kantong yang mencoba melakukan politik uang,” katanya.

Komitmen pihaknya, untuk memenimalisir hal tersebut, dalam waktu dekat ini. Panwaslu Kabupaten, akan mengelar pelatihan bagi Panwascam dan PPL, soal strategi dalam mengindetifikasi pelaku kecurangan Pemilukada, khususnya politik bagi uang. Ambo Rade, menambahkan, meski anggaran untuk pelatihan tak ada, namun pihaknya telah mengagendakan pelatihan digelar November mendatang.

“Banyak kasus pemilih pragmatis, contoh kasus, pemilih yang bekerja pada satu toko atau perusahaan. Mungkin karena bosnya memilih si kandidat X, maka dia ikut-kiutan juga. Padahal itu tidak bisa, mari memilih tanpa tendensi dan kepentingan terselubung tapi benar dalam hati, maka hasilnypun nanti akan berkualitas,” tuturnya. (taq)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top