Jubir AIS Ajar Kandidat Lain Tidak Giring Opini Sesat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Jubir AIS Ajar Kandidat Lain Tidak Giring Opini Sesat

FAJAR.CO.ID, BARRU — Juru Bicara Pasangan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS), Arif Saleh menyindir halus kubu kandidat tertentu yang piawai terus mencari kesalahan dan menjurus menggiring opini sesat di masyarakat untuk menjatuhkan AIS.

Menurut Arif, sejatinya momentum pilkada dimanfaatkan masing-masing pasangan dan tim pemenangannya untuk menggalang dukungan dengan menonjolkan konsep dan gagasan. Bukan malah sebaliknya, hanya sibuk melempar isu yang kenyataannya tidak benar.

“Bagaimana caranya mau menjadi pemimpin, kalau belum apa-apa sudah suka menyalahkan rakyat dan menuding yang tidak benar. Bukankah calon pemimpin itu harus mengayomi rakyatnya?,” terang Arif Saleh, Sabtu 26 September.

Sekadar diketahui, semenjak tahapan Pilkada Barru berjalan, berbagai cara dilakukan kubu tertentu menjatuhkan Idris. Bahkan untuk mencapai targetnya itu, mereka rela mengkambinghitamkan masyarakat dan aparatur pemerintahan.

Seperti menuding aparat pemerintahan dimobilisasi mendukung Idris, meski kenyataannya Idris tidak melakukan cara tersebut. Hal itu tercermin dari sikap Panwaslu yang memilih tidak melanjutkan proses Camat Pujananting dan beberapa PNS yang dilaporkan kubu pasangan Malkan Amin-Salahuddin Rum, karena tidak ditemukan cukup bukti.

Seolah tidak kehabisan akal, mereka kini menyerang kepala desa dan perangkat pemerintahan di tingkat bawah dengan tudingan dana desa rawan dimanfaatkan Idris-Suardi. Padahal, Idris saat ini tidak lagi menjabat bupati.

“Semua tudingan yang dibesar-besarkan, faktanya tidak ada yang benar. Penjabat Bupati Andi Yamin dituding akan memihak dengan alasan keluarga dekat istri Pak Idris. Tapi belakangan mereka malu sendiri, karena Bau Yamin juga adalah keluarga dari Andi Anwar Aksa dan Andi Salahuddin Rum. Terus Camat Pujananting dan PNS dituding dimobilisasi oleh AIS, tapi kenyataannya tidak cukup bukti,” tambah Arif.

Selain rentetan tudingan yang tidak mendasar itu, Idris-Suardi juga sempat diisukan ke masyarakat kalau pasangan usungan dan dukungan tujuh partai politik tersebut tidak bisa lagi mendaftar KPU dengan alasan sulit mendapat dukungan partai. Hanya saja, isu yang dihembuskan tersebut lagi-lagi hanya kebohongan semata, karena terbukti justru AIS pendaftar pertama di KPU, dan paling banyak mendapat dukungan parpol.

Arif tak habis pikir, kenapa ada kubu tertentu yang sibuk melempar tudingan, kendati kenyataannya mereka justru mau menghalalkan segala cara dengan beragam manuver yang sudah terbaca Tim AIS belakangan ini. “Masyarakat juga sudah tahu, mereka yang melempar tudingan, kenyataannya justru mereka sendiri banyak melanggar. Berhentilah memprovokasi rakyat. Kami  mengajak untuk bersaing secara fair dan tentu bersama-sama menjaga suasana kondusif,” pungkasnya. (*/wik)

loading...
Click to comment
To Top