Kisah Arninda yang Lolos dari Insiden Crane dan Tragedi Mina – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kisah Arninda yang Lolos dari Insiden Crane dan Tragedi Mina

FAJAR.CO.ID, MAKKAH – Salah satu awak media grup JPNN (Fajar Group) sempat menjadi korban insiden terinjak-injaknya jamaah haji saat hendak melaksanakan lempar jumrah aqabah pada Kamis (24/9) pagi waktu Mekkah. Dia Arninda Idris, Koordinator Admin Koran Rakyat Kalbar.

Setelah sempat tak ada kabar, Arninda akhirnya membalas WhatsApp Pemimpin Umum Koran Rakyat Kalbar pukul 12.29 WIB, Jumat (25/9) setelah di WA berkali-kali pukul 23.35, Kamis (24/9) malam.

“Di rumkit pak. King Abdullah medical city Makkah,” jawab Ninda, begitu dia disapa.

Maka, semua keraguan pun terhapus. Namun abangnya, Adryansah masih belum diketahui berada di mana. Percakapan dengan Ninda pun berlanjut. Bagaimana kondisi Ninda? “Alhamdulillah baik, Pak,” jawabnya.

Ketika ditanya bisa ngetik WA atau dibantu orang lain, ia membalas pesan: “Ninda sendiri di rumkit pak, petugas lum ada yg kesini. Ninda ngetik pke tangan kiri jd agak lambat.”

Apakah sudah ditangani dokter? “Alhamdulillah udah pak, udah dicek seluruhnya, penanganannya juga cepat, bnyk polisi Arab yg kesini,” tulis Ninda lagi.

Syukurlah, istirahat ya, Ninda. “Iya pak makasih,” percakapan pun terhenti agar Ninda bisa kembali beristirahat.

Arninda Idris, jamaah asal Kota Pontianak yang lolos dari insiden crane yang jatuh di hadapannya, dicoba lagi ketabahannya oleh Allah. Ninda sempat terinjak oleh jamaah asal Afrika saat tragedi Jalan Arab 204 itu. Gadis berusia 24 tahun ini sempat kritis sesaat dilarikan ke UGD King Abdullah Medical Centre Makkah.

Idris Usman, orangtua Ninda yang dihubungi Rakyat Kalbar Kamis malam sekitar pukul 23.30 menceritakan kronologis kejadian yang menimpa kedua anaknya.

[NEXT-FAJAR]

Bermula pada saat Arninda bersama abangnya Ardiansyah selesai melaksanakan pelemparan jumrah aqobah dan hendak berputar balik. Namun, pada saat yang sama mendadak terjadi desak-desakan antar jamaah yang berada di belakang dan depan, yang sebagian berasal dari negara Afrika dan Mesir.

Akibat desak-desakan itu, Arninda terdorong dengan kuat dan kemudian jatuh tersungkur dan terpisah dari abangnya.  Saat itulah Arninda sempat terinjak oleh jemaah lain. Beruntung, Arninda segera terlihat oleh empat polisi Arab Saudi dan kemudian langsung diselamatkan dan membawanya ke rumah sakit.

Idris Usman sendiri sempat kehilangan kontak selama beberapa jam. Namun sekitar pukul 01.00 Jumat dinihari, mendapat telpon dari Arminda dan mengatakan bahwa dirinya tengah dirawat di rumah sakit King Abdullah Medical Centre Makkah.

Akibat kejadian itu, Arninda pun mengalami patah tulang pada tangan, kaki dan lehernya dan sempat mengalami kondisi kritis. Alhamdulillah, setelah beberapa saat kondisi Arninda pun berangsur pulih. Sementara abangnya, Ardiansyah, hingga berita ini dikirim ke redaksi, keberadaannya masih belum dapat dikonfirmasikan. (rakyat kalbar)

To Top