Spanduk LSI di Maros Disebut Salah Sasaran – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Spanduk LSI di Maros Disebut Salah Sasaran

FAJAR.CO.ID, MAROS — Warga Kabupaten Maros dihebohkan dengan beredarnya spanduk bernada sindiran kepada salah satu Calon Bupati‎ Maros, sejak Jumat hingga sore ini, Sabtu 26 September. Dalam spanduk berukuran 4×1 meter itu, tertera sejumlah kalimat hasil survey PT LSI Denny JA, yang menyinggung status hukum Cabup incumbent, Hatta Rahman.

Spanduk putih itu bertuliskan ‘Hasil Survey LSI Denny JA bahwa 91 persen masyarakat Maros tidak mau dipimpin oleh calon bupati tersangka korupsi’. Spanduk serupa tersebar dipelbagai titik di Maros. Saat akan dikonfirmasi FAJAR, Hatta enggan berkomentar mengenai keberadaan spanduk itu.

Reaksi keras justru datang dari Koordinator Yellow Team for Hatita’,  Muh Ramli Rahim. Menurutnya, apa yang disampaikan bahwa 91% masyarakat tidak mau dipimipin oleh koruptor tidak salah bahkan mungkin lebih dari itu. Namun, konteksnya berbeda dalam hal Pilkada Maros sehingga disebut salah sasaran.

‘Pertama, jika benar ada survey, konteks pertanyaannya butuh dibuka ke publik, karena boleh jadi pertanyaan survey berbeda dengan publikasinya‎,’ kritik Ramli.

‎Ramli mempertanyakan siapa yang dimaksud LSI sebagai calon bupati tersangka korupsi pada Pilkada di Maros.  ‘Siapa yang pernah melihat surat penetapan tersangka, apakah pernah dibuka ke publik? Setahu saya sampai hari ini, tidak pernah ada penetapan tersangka,’  jelasnya.

Ketiga, lanjut Ramli secara administrasi, Maros dalam 5 tahun terakhir meraih predikat WTP Clear and Clean, yang justru menunjukkan tidak ada masalah korupsi di Pemkab.

Terakhir,  Dirut RPC itu berkaca pada survey Insert dan Indeks Politica Indonesia (IPI) dimana 75 % warga Maros masih bersedia dipimpin Hatta. ‘Itu menunjukkan, dalam opini publik, tidak ada hubungannya antara dugaan korupsi itu dengan Hatta selaku cabup,’ tegasnya.

Reaksi juga datang dari Komisioner KPUD Maros Bidang Sosialisasi, Saharuddin Datu. Dirinya mempertanyakan validitas survey tersebut via media sosial. Artinya masih ada 9 persen warga yang bersedia dipimpin koruptor. ‘Tolong LSI, kalau memang benar anda yang survey, siapa itu yang 9 persen ? Mau dimutasi semua, suruh tinggal di perbatasan,’ katanya.

Saharuddin yang pertama kali menyebarkan foto-foto spanduk itu, juga mendapati laporann warga mengenai tulisan bernada sindiran ‘Jangan Pilih Bupati Tersangka Korupsi’. Tulisan warna hitan itu di-phylox di pagar Kantor Kemenag, kompleks perkantoran Maros, Jumat 25 september. Baik KPUD maupun Panwaslu Maros belum mengambil sikap mengenai tulisan tersebut.  (ris)

Click to comment
To Top