Rp1,85 Miliar Bansos Lansia Terancam Tidak Cair? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Rp1,85 Miliar Bansos Lansia Terancam Tidak Cair?

KLATEN, RAJA – Dana bantuan sosial (Bansos) senilai Rp1,85 miliar untuk program peningkatan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia (Lansia) di Klaten terancam tidak cair.  Adanya peraturan baru mengenai pencairan dana hibah dan bansos dari pemerintah pusat menjadi penyebab.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pemerintahan Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bidang Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten, Etik Sandrayati, mengatakan hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) di Klaten pada 2015 terdapat sebanyak 869.474 jiwa penduduk yang berusia lansia. Atau dipresentasikan ada sebanyak 59% dari total penduduk Klaten yang berjumlah 1.469.253 jiwa. “Sebagian besar kondisi orang lansia di Klaten hidup di bawah garis kemiskinan sehingga perlu diberikan bantuan,” ujar Etik, baru-baru ini.

Etik mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tahun ini menganggarkan dana bansos senilai Rp1,85 miliar dari APBD 2015 untuk program peningkatan kesejahteraan sosial bagi orang lansia.

Program itu bertujuan membantu lansia yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Dana bansos bagi orang lansia itu ditangani langsung Dinsosnakertrans [Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi] Klaten,” kata Etik.

Dia menjelaskan program ini sudah berlangsung sejak 2014. Sementara untuk pendataan jumlah penerima bantuan bansos Pemkab bekerja sama dengan Komisi Daerah (Komda) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Sementara syarat penerima bantuan ini Pemkab menentukan 14 indikator orang lansia di antaranya adalah cacat, hidup di bawah garis kemiskinan, hidup sendirian tanpa keluarga, janda hingga usia 60 tahun-99 tahun. “Hasil pendataaan tahun ini ada sebanyak 2.500 orang lansia layak menerima bantuan program ini. Kami memberikan dana tunai kepada lansia sebesar Rp50.000/bulan atau Rp600.000/tahun,” ujar Etik. (sp)

loading...
Click to comment
To Top