Tak lagi Menjabat, Ini yang Dikhawatirkan Risma – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Tak lagi Menjabat, Ini yang Dikhawatirkan Risma

FAJAR.CO.ID, SURABAYA –  Tri Rismaharini kini sudah tidak lagi menjabat sebagai Walikota Surabaya. Risma yang memiliki komitmen tinggi terhadap perbaikan-perbaikan di Surabaya itu sudah harus melepas jabatannya menghadapi Pilkada serentak 2015 per Senin (28/9). Padahal, Proyek-proyek besar Surabaya justru dimulai pada hari-hari terakhir masa jabatan Wali Kota Tri Rismaharini.

Yang menjadi kekhawatiran, adalah bagaimana proses pembangunannya bisa sesuai dengan target tanpa pengawasan langsung dan cawe-cawe Bu Risma. Kini akselerasi, keseriusan, bahkan nasib pelaksanaannya berada di tangan penjabat wali kota.

Memang, menjelang akhir masa jabatannya, Risma sudah menunaikan tugas membuka jalan realisasi proyek besar infrastruktur kota. Di antaranya, angkutan masal cepat jenis trem dan jalan lingkar luar barat (JLLB).

Megaproyek yang melibatkan banyak instansi itu memerlukan penanganan yang serius dan intens agar bisa terealisasi tepat waktu. Termasuk pada masa transisi kepemimpinan di bawah kendali Pj Wali Kota.

Risma mengilustrasikan proyek besar itu ibarat gambar yang terdiri atas ratusan puzzle. Susunan puzzle itu baru terbentuk dengan apik kalau semua ditempatkan pada posisinya. Sedikit saja salah akan berantakan.

Begitu pula proyek pembangunan trem yang melibatkan instansi vertikal dan BUMN. Mulai Kementerian Perhubungan, PT KAI, Pemkot Surabaya, hingga PLN. “Butuh disiplin tinggi. Sedikit saja meleset, bisa terlambat tahunan,” kata Risma yang ditemui pekan lalu di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam.

Disiplin tinggi itu berkaitan dengan koordinasi yang sangat baik dan intens antarinstansi tersebut. Tidak jarang, untuk memperlancar koordinasi itu, Risma datang sendiri ke instansi tersebut untuk berkoordinasi dan membahas teknis. “Saya kadang ngadep dewe,” ujar Risma.

Disiplin yang tinggi itu juga berkaitan dengan tahap demi tahap yang menjadi urusan pemkot. Contohnya, persiapan lahan untuk reaktivasi jalur trem lawas yang harus segera dikerjakan. Salah satunya mengepras median Jalan Basuki Rahmat di pojok depan Tujungan Plaza 5 agar lebih lebar. Jalur trem memang lewat jalan tersebut ke arah barat menuju Jalan Embong Malang. “Kalau itu tidak segera digarap, nanti bisa menghambat,” imbuhnya. (jun/ant/nir/c6/fat/dkk/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top