Masih Ada Target MDGs Belum Berhasil, Tapi Ada Kemajuan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Masih Ada Target MDGs Belum Berhasil, Tapi Ada Kemajuan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam pandangan Wapres RI, Jusuf Kalla, MDGs masih menyisakan sejumlah target yang belum berhasil dicapai meskipun banyak kemajuan diraih dalam perjalanannya selama 15 tahun. Masih banyak masalah dan tantangan yang perlu dicarikan solusinya.

“Ketidaksetaraan dan kemiskinan masih jadi masalah global hingga kini, bahkan sejumlah tantangan baru muncul seperti masalah energi, infrastruktur, pola konsumsi yang berlebihan, keterbatasan produksi dan perubahan iklim,” kata Wapres dalam pidatonya di depan para pemimpin negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam rangka KTT Pengesahan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2015, di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9)

Agenda yang besar dan bersejarah ini diselenggarakan selama 3 hari mulai 25-27 September 2015, bertujuan menggantikan Millenium Development Goals (MDGs) yang akan berakhir tahun ini.

Wapres menekankan tiga hal dalam pidatonya. Yaitu; peningkatan upaya dan tanggung jawab bersama dalam melaksanakan agenda pembangunan yang baru, target Indonesia dalam mencapai target agenda pembangunan global dan memperkokoh kerja sama dalam mencapai agenda pembangunan global.

[NEXT-FAJAR]

Indonesia, menurut Wapres, telah berupaya menyelaraskan perencanaan pembangunan nasional dengan agenda pembangunan global. Indonesia telah berhasil menurunkan persentase kemiskinan, hal ini telah sesuai dengan target MDGs. Juga berkurangnya jumlah anak yang kekurangan gizi, penurunan tingkat kematian anak di bawah usia 5 tahun, dan peningkatan jumlah anak yang menerima pendidikan dasar. Wapres yakin Indonesia bisa mencapaimya akhir tahun ini.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target-target tersebut, diantaranya kebijakan pengalihan subsidi bahan bakar untuk meningkatkan alokasi anggaran bidang pembangunan sosial melalui pemberian Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.

Dalam melaksanakan agenda baru 2030, menurut Wapres, kemitraan global yang kuat dan inklusif sangat diperlukan. Terpenting ialah memberikan bantuan kepada negara berkembang dan terbelakang dalam mencapai target-target pembangunannya.

“Pelaksanaan Agenda 2030 memerlukan dana, pengetahuan, alih teknologi, dan pembukaan akses pasar yang luas bagi negara-negara berkembang. Semua negara perlu melaksanakan komitmennya, termasuk komitmen negara-negara maju terhadap target pemberian bantuan dana pembangunan kepada negara berkembang sebagaimana telah disepakati,” tegas Wapres yang disambut tepuk tangan.

(Laporan: Jeri Wongiyanto dari New York)

loading...
Click to comment
To Top