2016, Sertifikasi 1.225 Bidang Tanah Nelayan Usai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

2016, Sertifikasi 1.225 Bidang Tanah Nelayan Usai

CILACAP, RAJA – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan (DKPPSDKSA) setempat menargetkan 1.225 bidang tanah milik nelayan tersertifikasi pada 2016.

“Sampai dengan saat ini, kita sudah 1.025 bidang yang diberikan kepada nelayan dan tahun depan kita dorong kembali sekitar 200 bidang. Dengan demikian tahun depan target kita 1.225 bidang tanah tersertifikasi,” kata Kepala DKPPSDKSA Cilacap Supriyanto di Cilacap, Senin (28/9).

Menurut dia, sertifikat hal atas tanah itu sebagai modal bagi nelayan yang ingin membuka usaha di sektor lain.

Dalam hal ini, kata dia, sertifikat hak atas tanah tersebut dapat dijadikan sebagai jaminan atau agunan di perbankan. “Kami juga sudah melakukan upaya-upaya diversifikasi usaha terutama bagi para ibu-ibu dan anak-anak nelayan sehingga nantinya tidak tergantung sektor perikanan tangkap saja tetapi ada upaya diversifikasi yang kita harapkan bisa menjadi sumber mata pencaharian,” katanya.

Menurut dia, diversifikasi usaha itu perlu dilakukan mengingat sektor perikanan tangkap lambat laun akan menurun seiring dengan makin banyaknya penduduk dan semakin banyaknya alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

Terkait larangan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, Supriyanto mengharapkan pemerintah pusat khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa segera memberikan solusi bagi nelayan. “Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dengan ukuran tertentu semua jenis ikan tertangkap. Pemerintah RI melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah melakukan upaya-upaya yang signifikan sebenarnya tetapi yang perlu digarisbawahi tentunya adalah harus ada solusi dari pemerintah pusat terkait larangan tersebut,” katanya.

Menurut dia, selama ini pemerintah pusat belum memberikan solusinya yang terbukti dari penolakan nelayan terkait larangan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan saat dilakukan sosialisasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di Batang, Rembang, dan Pati. Ia mengharapkan dengan adanya upaya-upaya yang signifikan dan simultan, kegiatan perikanan tangkap semakin baik. (in)

loading...
Click to comment
To Top