ACC Cium Aroma Korupsi di Bekas Hotel Sedona – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

ACC Cium Aroma Korupsi di Bekas Hotel Sedona

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembangunan hotel untuk Pemprov dari saham Sedona (eks Hotel Imperial) tak kunjung terealisasi. Anti Corruption Committe (ACC) pun mencium aroma korupsi dalam proyek ini.

Badan Pekerja ACC Sulsel, Wiwin Suawandi mengatakan, ada beragam persepsi dari tak kunjung hadirnya hotel untuk pemprov. Pertama, jelas Pemprov dirugikan karena sejak 2010 lalu tak ada lagi dividen yang masuk ke kas daerah.

“Yang jadi pertanyaan, mengapa Pemprov tak ngotot agar pihak pengembang segera menghadirkan hotel. Patut dicurigasi, ada permainan oknum tertentu yang bisa mengarah pada indikasi korupsi,” ujar Wiwin

Sejak dipisahkan 2010 lalu, saham Pemprov yang tadinya berada dalam Hotel Sedona yang selanjutnya menjadi Imperial Aryaduta sebesar 0,08 persen. Nilanya mencapai Rp10 miliar.

Perjanjinnya, Pemprov dibuatkan hotel baru berkapasitas 100 kamar. Lokasinya di Maccini Sombala. Hanya saja, hingga kini hotel belum juga terwujud.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menampik jika pembangunan hotel terbengkalai. Menurutnya, selama ini prosesnya terus berlangsung. “Itu kan sifatnya aset yang sudah dipisahkan. Pemprov tak punya hal lagi. Nanti kalau sudah jadi, Perusdalah yang akan mengelolanya,” kata Agus

Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Sulsel, Wawan Mattaliu mendesak Pemprov untuk segera merealisasikan hotel tersebut. Menurutnya, Pemprov tak boleh diam saja.

“Kita paham banyak persoalan yang harus diurus untuk mewujudkannya. Termasuk persoalan amdal dan izin lain. Tetapi ini tak boleh dibiarkan terbengkalai terus,” pungkasnya. (iad/aci)

loading...
Click to comment
To Top