DPRD Kota Semarang Siap Anggarkan Dana untuk Candi di Mijen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

DPRD Kota Semarang Siap Anggarkan Dana untuk Candi di Mijen

SEMARANG – Kota semarang ternyata memiliki banyak potensi wisata. Selain dikenal dengan pantainya yang indah juga mempunyai wisata yang sering dikunjungi oleh turis domestik seperti di Desa Kandri, obyek wisata Gua Kreo, Gunung Pati, dan masih banyak lainnya.

Bahkan belum lama ini di wilayah Kecamatan Mijen ditemukan sebuah candi yang diyakini merupakan peninggalan jaman Mataram Kuno.
Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi Sos kepada Rakyat Jateng (Fajar Grup) menjelaskan, dengan ditemukannya situs candi di wilayah Kecamatan Mijen, menandakan bahwa Semarang sangat berpotensi sebagai kota wisata.
Dengan ditemukan candi tersebut, ujar Supriyadi, DPRD siap menganggarkan alokasi dana yang bersumber pada APBD. Karena temuan candi itu setidaknya merupakan peninggalan bersejarah sebagai icagar budaya.
“Kami siap mengalokasikan dana untuk temuan candi itu. Setidaknya temuan candi membuka tabir bahwa Kota Semarang sangat pantas sebagai kota wisata. Kita lihat, Semarang punya Gua Kreo, Desa Kandri, Pantai Maron, dan masih banyak lainnya. Ditambah temuan baru berupa candi tentunya menambah lokasi wisata. Kami berharap Dinas Pariwisata dan Cagar Budaya untuk segara mengamankan,’’ ujarnya di Gedung DPRD Kota Semarang, Selasa (29/9).
Sebelumnya, Pusat Penelitian Arkeoligi Naisonal (PPAN) melakukan penggalian terhadap situs atau benda purbakala yang diduga bangunan candi Kerajaan Mataram Kuno. Candi ditemukan di sebuah kebun warga di Dusun Duduhan, Kelurahan Mijen.
Bangunan candi sebelumnya sudah diketahui oleh warga sejak lama. Namun posisi candi tertutup oleh gundukan tanah dan pepohonan milik warga bernama Sutopo warga RT 4 RW 5, Kecamatan Mijen.
Saat itu warga juga menemukan adanya arca Ganesha dan Nanji yang merupakan perlambang patung Hindu. Temuan Candi itu diduga merupakan peninggalan Mataram Kuno berukuran 9,3×9,3 meter.
Dalam penggalian itu, melibatkan tim gabungan dari 5 orang anggota PPAN, 1 mahasiswa Institus Tehnologi Bandung, 2 mahasiswa UGM.
Ketua Penelitian Arkeologi, Agustijanto menduga, berdirinya candi ini sejalan dengan masuknya Hindu ke Jawa Tengah melalui kawasan pantai Utara yaitu khusus jalur pantai dari Semarang sampai Kendal.
“Kita akan kaji dulu dilaboratorium menggunakan arang dan karbon. Bahan itu yang nantinya akan diketahui absolutnya,’’ terangnya. (dhs)

loading...
Click to comment
To Top