Kapolri Minta Percepat Proses Kasus Pembunuhan Aktifis Lingkungan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kapolri Minta Percepat Proses Kasus Pembunuhan Aktifis Lingkungan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memercayakan sepenuhnya penanganan kasus pembunuhan terhadap warga penentang pertambangan pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Jawa Timur ke jajarannya di daerah. Menurutnya, penyidik membutuhkan waktu untuk mengungkap fakta.

Badrodin memang memberi perhatian khusus pada kasus itu. Ia bahkan sudah mengintruksikan ke jajarannya di daerah agar mempercepat penuntasan kasus pembunuhan keji terhadap Salim, warga Desa Selok Awar-Awar yang menolak pertambangan pasir.

Sementara itu, Polda Jatim langsung mengawasi penyidikan kasus yang ditangani Polres Lumajang itu. Rencananya,  Polda Jatim  akan menutup penambangan pasir di Selok Awar-Awar.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan, tambang pasir itu bakal ditutup karena tidak memiliki izin. Namun, polisi belum memastikan kapan penutupan dilakukan. “Kami pasti akan menutupnya,” tegasnya.

Total 30 personel kepolisian dikerahkan untuk menangani kasus pembunuhan berencana tersebut. Rinciannya, satu personel dari Polsek Pasirian, 20 dari Polda Jatim, dan sisanya dari Polres Lumajang.

Gubernur Jatim Soekarwo juga menyikapi kasus penganiayaan dan pembunuhan di Kabupaten Lumajang tersebut. Dia mendesak Polda Jatim untuk mengusut kasus itu hingga tuntas.

Soekarwo mengaku sudah berkomunikasi dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji. Dari Kapolda, dia mendapat penjelasan bahwa tim dari polda sudah turun. Pengusutan sudah berjalan. Diharapkan tidak lama lagi tersangka ditangkap.

Ke depan, imbuh Soekarwo, penambangan liar yang merusak lingkungan akan ditindak. Termasuk penambangan pasir ilegal yang merugikan masyarakat. Langkah itu juga sudah dikoordinasikan dengan kepolisian. “Nanti polisi yang bergerak di lapangan,” tegasnya.

Dari Jakarta, LSM pembela lingkungan Walhi mendesak Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghentikan serta mencabut izin seluruh penambangan pasir di Desa Selok Awar-Awar.

Manajer Advokasi Kebijakan dan Pembelaan Hukum Walhi Muhnur Satyahaprabu mengungkapkan, kasus di Lumajang tersebut merupakan salah satu masalah penambangan ilegal yang banyak terjadi di Indonesia yang tidak pernah dituntaskan. “Karena itu, kami minta meletusnya kasus pembunuhan Salim ini dijadikan momentum pemberantasan tambang ilegal,” tegasnya. (fid/dt/ras/did/riq/lus/c5/ano/JPG)

To Top