Opsi Taktik Enrique untuk Kalahkan Laverkusen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Opsi Taktik Enrique untuk Kalahkan Laverkusen

FAJAR.CO.ID, BARCELONA – Hilangnya Lionel Messi membuat pelatih Barcelona, Luis Enrique sudah berfikir keras untuk pengganti posisi megabintang Barcelona tersebut.
Pasalnya tim Catalan itu bakal menghadapi laga kedua di fase grup Liga Champions menjamu Bayer Leverkusen, di Camp Nou, Rabu, (30/9) pukul 01.45 WIB nanti.

Sudah ada beberapa opsi yang bakal diambil Enrique. Pertama tentunya dengan tetap mempertahankan pakem formasi 4-3-3. Paling sederhana adalah menempatkan salah satu di antara Munir atau Sandro di posisi winger kanan.

Performa Munir yang memberikan assists di balik salah satu gol ke gawang Las Palmas akhir pekan lalu bisa menjadi satu penilaian Lucho (sapaan Enrique).

Tapi ingat, beda kompetisi beda juga tensinya. Sebab, Munir termasuk hijau bermain di Liga Champions. Sejak memperkuat Barca musim lalu, dia hanya bermain tiga kali, satu di antaranya sebagai starter. Makanya, sebiji assists tidak bisa dijadikan garansi apabila Munir mampu meng-cover absennya Messi.

Opsi kedua, Lucho bisa membuka buku strategi pelatih Barca sebelum-sebelumnya. Itu terutama saat masih dipegang Josep Guardiola. Andres Iniesta yang sudah dua musim terakhir ini bermain sebagai gelandang kiri, ternyata pernah dimainkan sebagai winger kiri.

Iniesta bisa didorong ke depan mendampingi Luis Suarez dan Neymar. Indikasi Iniesta bakal dimainkan sebagai salah satu trio lini depan Barca itu terlihat dengan dibangku-cadangkannya pemain berusia 31 tahun itu di laga melawan Las Palmas. Neymar jadi favorit memimpin trio serangan Barca.

Dalam voting yang dilakukan Sport kemarin WIB (28/9), pemain Brasil itu mendapat 59 persen dukungan. Dalam konferensi persnya, Lucho menilai Ney bisa digeser dari sisi kiri menjadi centre forward.

“Dia pernah bermain di posisi itu bersama timnas Brasil. Itu sekarang yang jadi pertimbangan kami,” cetusnya, dikutip dari AS.

Dari statistic Whoscored, Neymar hanya kurang bisa memberikan kontribusi assists-nya saja. Messi mencetak 3 gol di Primera Division, demikian juga Ney. Messi melakukan 80,9 persen passing sukses, Ney 80,7 persen. Total shots Messi juga tidak jauh dari Ney, Messi 5,3 shots per game, sementara Ney 4,4 kali.

Bedanya, Ney tidak bisa menjadi penentu hasil akhir seperti yang dilakukan Messi dalam beberapa laga Primera Divison terakhir.

“Mencari pengganti sepadan dengan Messi itu mustahil. Plan kami tetap bermain dengan cara kami, tetapi dengan pemain berbeda,” lanjutnya.

Senada dengan Lucho, gelandang Ivan Rakitic juga konfiden tanpa Messi. Tidak adanya Messi menurutnya menjadi motivasi untuk mengais tiga angka pertamanya sebagai juara bertahan Liga Champions. Belajar dari pengalaman, saat melawat ke Vicente Calderon melawan 12 September lalu Barca butuh Messi untuk membalikkan ketertinggalan.

Peran Messi untuk membuka peluang tetap diandalkan dengan 32 shotsnya sepanjang enam jornada Primera Division. Walaupun, afaktiviasnya lebih baik Suarez dengan 20 persen, dari jumlah tiga gol dalam 15 kali percobaan. Sedangkan Messi hanya 9,3 persen saja. Dari 32 shots, hanya tiga gol.

“Kami hanya perlu terus bekerja keras begitu laga dimulai, bahkan harus lebih baik. Saat ini kami tidak terlalu banyak keberuntungan di depan gawang,” koar pemain berkebangsaan Kroasia ini. (ren/JPG)

To Top