Percaya Masa Batu Berakhir? Kenali Dulu Tanda-Tandanya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hiburan

Percaya Masa Batu Berakhir? Kenali Dulu Tanda-Tandanya

FAJAR.co.id- Banyak yang mengatakan masa batu sudah berakhir. Apa betul? Mungkin benar atau mungkin juga tidak, karena sejauh ini ada saja peminat batu yang masih kasak-kusuk keluar masuk pasar untuk lengkapi koleksinya.

Jadi istilahnya masa batu kini menuju posisi statis atau kembali ke masa wajarnya.  Dikatakan begitu karena sebelum masa bumingnya pun penjual dan peminat batu selalu ada. Berbeda dengan masa ikan louhan atau bunga anthurium.

Menurut H. Sofyan, kolektor batu akik dan akademisi, fenomena akik kini menuju ke kondisi wajar. Jika sebelumnya akik mengalami momentum yang sangat riuh; tiba-tiba meledak dan banyak peminat, kini meredah dan teduh.

Momentum ini bisa diprediksi karana perkembangannya yang tidak wajar. Sofyan mengatakan, masa batu suatu saat akan turun dan tergantikan, namun tidak menjadikannya mati dan menghilang.

Dijelaskan, untuk melihat lesunya musim batu dapat diketahui dari beberapa tanda-tanda atau indikator.

“Pertama, batu akik yang tiba-tiba saja buming dan fenomenal kini menjadi biasa-biasa saja. Harganya pun turun drastis seperti bacan atau kalimaya,” terangnya.

Meski begitu, kata Sofyan, indikator ini belum cukup untuk menyimpulkan masa batu akan benar-benar berakhir. Karena setiap saat batu alam selalu muncul dengan warna dan bentuk yang cantik.

Ini yang menjadikan batu tetap memiliki pasar dan nilai. Di eropa perdagangan batu tidak pernah berakhir karena sudah menjadi bagian dari fashion.

Tanda kedua adalah penjual batu akik yang mulai beralih profesi. Banyak diberitakan jika pedagang batu akik sekarang gulung tikar karena tidak ada pembeli. [NEXT-FAJAR]

“Kondisi ini wajar, karena sebelumnya pembeli batu akik lebih mengikuti trend atau fashion. Setalah semua sudah memiliki batu dan trendnya mulai jenuh, orang tidak akan lagi membeli batu akik. Padahal saat ini banyak sekali penjual dadakan yang tidak sebanding lagi dengan pembeli. Hasilnya bisa dilihat, pedagang merugi,” katanya.

H. Sofyan mengatakan, tanda ini pun biasa dialami musim-musim sebelumnya, sehingga bisa  diketahui seperti apa  nantinya batu musim batu akik.

Berikutnya adalah sentra-sentra penjualan batu akik tidak lagi seramai dulu, bahkan ada beberapa pasar yang dulu riuh oleh penjual batu akik kini berubah menjadi pasar pakaian.

“Tanda-tanda ini menunjukan trend batu akik akan tergantikan, namun sekali lagi tidak menjadikannya mati dan menghilang. Batu akik memiliki peminat tersendiri dan cukup fanatik. Apalagi sejarah membuktikan batu tidak pernah tergantikan sebagai salah satu perhaisan manusia. Jadi hanya musimnya saja, dan itu sudah terjadi berates-ratus tahun yang lalu namun, musimnya kembali lagi,” simpul sofyan. (FO)

loading...
Click to comment
To Top