Rumah Paman Sepi, Satu per Satu Baju Dicopot, Cencen pun Dinodai Kerabat Sendiri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Rumah Paman Sepi, Satu per Satu Baju Dicopot, Cencen pun Dinodai Kerabat Sendiri

FAJAR.CO.ID, MINAHASA UTARA – Cencen (14), siswi SMP berparas cantik telah menjadi korban nafsu bejat dari kerabatnya sendiri, AA alias Aldi (20). Perbuatan nista itu terjadi, Sabtu (26/9) siang di rumah paman korban.

Warga salah satu kampung di Kecamatan Wori, Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini baru melapor ke Polresta Manado, Senin (28/9) ditemani keluarganya. Cencen ingat betul peristiwa itu, ketika kesuciannya direnggut paksa oleh seseorang yang mestinya mengayominya.

Di depan petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, ia membeberkan semuanya. Menurut Cencen, siang itu ia dihubungi oleh Aldi melalui ponsel dan diajak bertemu di rumah pamannya.

Lantaran tinggal sekampung dan sudah saling mengenal, tanpa curiga remaja ini bersedia memenuhi undangan tersangka. Apalagi kalau ditarik garis keturunan, mereka berdua masih punya hubungan kerabat. Ia tidak tahu bahwa tersangka sudah menyimpan rencana jahat alias cabul. Setibanya Cencen di rumah sang paman, ternyata kondisinya sepi. Tak ada orang lain selain mereka berdua.

Situasi itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh Aldi. Bagaikan orang yang sedang kebelet, ia bergegas menggiring korban menuju kamar. Begitu sampai di kamar, tersangka yang berstatus pengangguran itu mengajak Cencen berhubungan suami istri.

Tentu saja Cencen menolaknya. Namun tersangka terus-menerus memaksa dan kemudian mendekap tubuhnya. Cencen sudah berupaya sekuat tenaga untuk meloloskan diri tetapi gagal. Tubuhnya malah didorong tersangka sehingga terjatuh.

Dalam kondisi tak berdaya, Cencen lalu disergap. Satu per satu busananya dicopot. Akhirnya, Cencen hanya bisa pasrah ketika tersangka menyetubuhinya dengan penuh nafsu. Setelah birahinya terpuaskan, tersangka mengancam korban agar tetap merahasiakan kejadian tersebut. Korban diwanti-wanti untuk tidak buka mulut jika masih ingin selamat.

Rupanya, ancaman tersangka itu tidak membuat korban takut. Ketika pulang, Cencen langsung menceritakan semuanya kepada sang ibu. Tidak terima anak gadisnya dinodai, kasus ini kemudian dilaporkan ke Polresta Manado.

Kasubbag Humas Iptu Agus Marsidi membenarkan tentang adanya laporan tersebut. “Kasusnya sedang ditangani unit perlindungan perempuan dan anak (PPA),” katanya.(*/pk/jpg)

loading...
Click to comment
To Top