Suardi: Wakil Bupati Jangan Suka Ngambek – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Suardi: Wakil Bupati Jangan Suka Ngambek

FAJAR.CO.ID, BARRU — Banyaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah “pecah kongsi” di tengah jalan, tidak lepas kurangnya pemahaman tentang tugas dan fungsi. Akibatnya, pemerintahan terkadang berjalan tidak maksimal.

Kandidat Wakil Bupati Barru Suardi Saleh menuturkan, sebelum maju mendampingi incumbent Andi Idris Syukur, pamong senior yang sudah mengabdikan diri selama 29 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu, mempelajari apa tugas dan fungsi wakil bupati.

Menurutnya, di undang-undang sangat jelas diatur jika wabup membantu bupati menjalankan pemerintahan selama lima tahun. Olehnya itu, kewenangannya tidak boleh melampaui bupati. “Ini yang mesti dipahami. Karena jangan sampai, ada wakil bupati mau memposisikan dirinya sebagai bupati,” tandas Suardi, Selasa 29 September.

Suardi yang juga mantan Kepala Bappeda Pinrang dan mantan Kepala Dinas PU Maros menguraikan, banyak contoh wakil bupati yang seolah-olah mengesankan dirinya teraniaya atau tidak dilibatkan di pemerintahan. Padahal tugas dan kewenangan wakil memang tidak sebesar dengan bupati.

“Mungkin karena tidak paham tugasnya, sehingga sedikit-sedikit suka ngambek. Misalnya, ada mutasi tapi titipannya tidak masuk, sehingga dia merasa diabaikan lagi. Begitu juga kebijakan lainnya. Olehnya itulah, sebelum kita menjabat, kita mesti memahami fungsi dan tanggung jawab kita,” tandas Suardi.

Besan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla itu berkomitmen untuk membantu Idris Syukur selama lima tahun menjalankan pemerintahan jika rakyat memberikan amanah. “Biar tidak ada kontrak politik dengan bupati, tapi saya tidak akan menyia-nyiakan jika masyarakat memberikan amanah. Saya tentu paham fungsi dan tugas wakil,” urainya.

Diketahui, dari tiga pasangan yang bertarung di Barru, hanya Idris-Suardi yang keduanya berlatar belakang pemerintahan. Idris lima tahun menjadi Bupati Barru, dan delapan bulan menjadi karateker Bupati Wajo 2008-2009. Selain itu, lama menjadi Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, dan Kepala Dinas Kehutanan Barru dan Majene.

Sementara Suardi, tercatat 29 tahun menjadi birokrat. Dia satu-satunya punya pengalaman pemerintahan dari tiga kandidat wakil bupati. Tak tanggung-tanggung, selama menjadi pamong, suami Direktur RSUD Pinrang Dr Hj Hasnah itu sudah mendampingi tujuh bupati di dua daerah.

Dari tujuh bupati di Maros dan Pinrang, Suardi selalu mendapat kepercayaan mengisi posisi penting di pemerintahan. Seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Asisten di Pemkab, dan terakhir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pinrang. (*/wik)

loading...
Click to comment
To Top