Giliran LIRa Puji Kepemimpinan Idris Syukur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Giliran LIRa Puji Kepemimpinan Idris Syukur

FAJAR.CO.ID, BARRU — Pengakuan tentang keberhasilan Andi Idris Syukur memimpin Barru pada periode pertama selama lima tahun terakhir terus berdatangan. Pasca LSM Aliansi Indonesia, kini giliran Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) yang memuji kepemimpinan ayah Andi Mirza Riogi itu. Bahkan LIRa Barru, menyebut jika pemerintahan di era Idris Syukur paling tersukses di sepanjang sejarah Barru. Alasannya, banyak indikator untuk mengukur keberhasilan pasangan Suardi Saleh di Pilkada Barru 2015 tersebut. “Saya sering mengatakan, bahwa Pak Idris ini adalah bupati tersukses di Barru. Banyak torehan yang sukses dipersembahkan beliau semasa menjabat bupati 2010-2015,” terang Kordinator LIRA Barru, Hasan Resy, Rabu 30 September.

Hasan menyebut, beberapa indikator pembeda kepemimpinan Idris. Seperti satu-satunya kepala daerah di Barru yang sukses menjadikan Barru meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua tahun berturut-turut, dan APBD menembus angka sekitar Rp1 triliun dari 460 miliar lebih di awal menjabat. “Bukti lainnya, pembangunan infrastruktur menggeliat. Baru di era Idris, kita punya alun-alun yang bisa kita banggakan, bangunan islamic center, pelabuhan, lampu jalan, aliran listrik ke pedalaman, serta banyak bantuan ke pertanian, perikanan dan lainnya,” tambahnya.

Tak sampai disitu, Idris juga berhasil menarik investor asing menanamkan modalnya. Diantaranya, menggaet perusahaan besar di dunia untuk pembangunan pabrik semen di Barru, maupun investor nasional dan lokal. “Tentu saja muaranya terbuka lapangan kerja sebesar-besarnya hingga tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat,” urainya.

Meski tidak mengarahkan lembaganya mendukung dengan alasan profesional dan menjaga independensi, namun Hasan meminta masyarakat agar tidak salah menjatuhkan pilihan. Jangan sampai keberhasilan yang sudah dirasakan, justru kembali mundur bila salah menentukan sikap. Di samping itu, Hasan meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dengan beragam politik hitam atau black campaign. Sebab biasanya, di setiap momentum politik, pihak yang tidak percaya diri bertarung, selalu menjelek-jelekkan lawan dengan beragam tudingan. (rilis)

Click to comment
To Top