Inilah Batu Akik yang Diprediksi Bertahan dan Tetap Mahal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hiburan

Inilah Batu Akik yang Diprediksi Bertahan dan Tetap Mahal

FAJAR.CO.ID — Tren batu akik bolah saja meredup, namun jangan dikira masa batu benar-benar berakhir. Sejak dahulu batu sudah menjadi bagian dari peradaban manusia, apakah itu tentang simbol kekuasaan maupun sosial, batu sudah menjadi perhiasan yang tak tergantikan.

Ditinjau dari historisnya, seluruh kerajaan maupun negara di dunia pernah mengalami fase kejayaan masa batu. Meski dengan momentum yang berbeda-beda, kebetulan atau tidak, trend batu pasti melanda masyarakat.

Untuk proses ini, negara-negara yang mampu menjaga karakteristik batunya akan mudah diterima di pasar internasional. Beberapa negara yang kini menjadi simbol batu terbaik di dunia adalah Australia, Burma, Afganistan, Amerika Serikat, Rusia dan India.

H. Sofyan, salah satu akademisi sekaligus ahli geologi mengungkapkan, Indonesia mampu menjadi salah satu produsen batu permata dunia. Menurutnya, karakteristik batu di Indoensai umumnya sama dengan negera-negara yang lebih dulu populer, khususnya untuk kategori batu quartz maupun chalcedony.

Sofyan menyebutkan, beberapa batu yang sebenarnya bisa diterima pasar internasional adalah chrysocolla in chalcedony (gim silika) atau batu bacan, batu kuarsa seperti amethyst atau kecubung, dan kelompok chalcedony seperti jasper, opal dan panca warna.

 

[NEXT-FAJAR]

“Jadi inilah batu yang bisa bertahan, baik harga maupun pasarannya,” ungkap Sofyan.

Dijelaskan, batu gim silika atau bacan misalnya, jenis ini mejadi sangat fenonemal karena harga jualnya yang tergolong tinggi. Jika dilihat dari komposisi mineralnya, batu ini memang tergolong dalam batu permata karena tingkat kekerasannya mencapai 7-8 skala mohs.

Jika pedagang mampu mengelolanya secara industeri dan professional bukan tidak mungkin batu ini akan menjadi brand di pasar permata dunia.

“Caranya penuhi dulu standarnya, baik kualitas, bentuk dan sertifikasi. Secara kualitas batu gim silika asal Pulau Bacan sudah sangat baik dan diterima pasar,” usulnya.

Berikutnya, batu yang tergolong kelompok quartz atau kuarsa, seperti kecubung Kalimantan, kecubung karang, kecubung es dan lavender. Jika membandingkan jenis kecubung kalimantan dengan kecubung asal Brazil, maka batu asli Indonesia mampu bersaing kualitas.

“Hanya saja pengelolaan yang belum maksimal. Saya menilai kebijakan beberapa daerah untuk membuat Perda atau undang-undang tetang batu khas daerahnya adalah baik. Karena itu juga akan menjadi brand sekaligus tetap menjaga harganya,” kata  Sofyan.

 

[NEXT-FAJAR]

Berikutnya kelompok batu chalcedony atau kalsedon. Beberapa nama yang belakangan terkenal adalah kalimaya, jasper dan giok. Menurut Sofyan, ketiga batu ini sudah memenuhi standar batu permata.

“Baik tingkat kekerasan, keunikan, penyebaran dan harga. Syarat-syarat batu permata ini sudah dimiliki ketiga batu asli Indonesia. Saya prediksi jika sudah dikelola dengan baik, saya yakin bisa diterima di pasar permata dunia,” simpulnya.

 

loading...
Click to comment
To Top