Merasa Ditipu, Kakek Ini Tetap Diboyong Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Merasa Ditipu, Kakek Ini Tetap Diboyong Polisi

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kakek Ono Sutiyono (64), warga Desa Campursalam, Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi. Kakek bercucu 8 ini dituduh terlibat bisnis haram, judi toto gelap (togel).

Ono disergap saat tengah mengambil setoran di sejumlah pengecer yang berada di Desa Bandunggede, Kecamatan Kedu, Selasa (22/9). Sebelum tertangkap, ia mengaku tidak tahu bahwa pekerjaan yang dilakoninya melanggar hukum dan membawanya ke sel tahanan.

“Saya hanya diajak sama Tono yang menyetorkan lagi kepada bos besar di Wonosobo. Kalau seperti ini jadinya saya merasa telah ditipu,” sesalnya di Polres Temanggung, Selasa (29/9), seperti yang dikutip Magelang Ekspres (Fajar Group).

Sang kakek mengakui, sehari dirinya mampu menyetor uang kepada Tono sebesar Rp 600-Rp 650 ribu yang diperoleh dari tiga pengecer. Diketahui, ia berperan sebagai kaki tangan langsung bandar yang bernama Tono, warga Lingkungan Mujahidin, Kecamatan Temanggung.

“Saya baru dua puluh hari menjalani pekerjaan ini. Dari sini, saya dapat upah Rp 20 ribuan per harinya. Mau gimana lagi ya, penghasilan saya sebagai buruh tani tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” akunya.

Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widianti mengatakan, terkuaknya kasus ini awalnya berdasarkan hasil laporan warga yang resah dengan maraknya praktik judi togel di lingkungannya.

Setelah melakukan pengembangan dan penyelidikan, petugas berhasil menangkap sang kaki tangan. Namun, Tono yang disebut-sebut sebagai atasan tersangka berhasil melarikan diri.

Dari kasus ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 420 ribu, kertas ramalan, kupon togel, dan satu unit sepeda motor jenis Suzuki Smash warna merah yang sehari-hari digunakan oleh tersangka.

“Tersangka melanggar Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda sebesar Rp 25 juta,” tandasnya. (riz/JPG)

To Top