Program KB di Maluku Gagal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Program KB di Maluku Gagal

AMBON — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Surya Chandra Surapaty  menilai program Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan seluruh jajaran BKKBN di Indonesia, termasuk Maluku gagal.  Program KB kata dia, hanya  sebatas memperkenalkan alat kontrasepsi saja, namun hal mendasar dari program tersebut belum menunjukan tren memuaskan. “Salah satu penyebab gagalnya KB itu adalah tingginya angka kematian ibu melahirkan,”  tambah Surya, disela-sela  rapat telaah program kependudukan dan keluarga berencana  tahun 2015, di kantor Gubernur Maluku, siang tadi.

Angka kematian ibu hamil usai melahirkan, kata Surya,  seharusnya turun dari angka 228  ribu justru  meningkat menjadi 359 ribu per 100 ribu kelahiran hidup.

“Jadi angka kematian ibu bisa dikatakan seperti 60 pesawat boing yang berpenumpang kurang lebih 300 orang jatuh pertahun di Indonesia.  Bila tidak dicegah  dengan baik angka ini terus meningkat,” tandasnya. Bahkan, Surya mengatakan kenaikan angka kematian ibu hamil melahirkan tersebut juga seiring dengan kenaikan angka kematian bayi. Sehingga target untuk menurunkan angka kematian tersebut tidak tercapai.

“Berarti indikasinya program KB telah gagal, termasuk di Maluku. Karena program BKKBN alat kontrasepsi saja, kedepan saya ingin petugas BKKBN berani turun ke masyarakat menanyakan atau memberikan pemahaman tentang program BKKBN saat ini,” tantangnya.

Lebih lanjut Surya menjelaskan, capaian yang harus di capai dalam program KB meliputi tiga hal, yakni kuantitas kependudukan harus dikendalikan, kualitas ditingkatkan dan mobilitas yang harus diarahkan.

“Memang banyak kendala dalam menjalankan program KB, sehingga pencapaian pada tiga hal pokok ini belum maksimal,” akunya.

Kendati demikian, Surya berharap dengan kegiatan telaah program BKKBN Provinsi Maluku ini dapat memberi pelajaran dan evaluasi untuk peningkatakatan kinerja BKKBN yang ada di Maluku.

Sementara, Gubernur Maluku, Said Assagaff, mengatakan pemerintah provinsi maluku senantiasa mendukung program yang dijalankan BKKBN.

“Tentunya kami mendukung semua program KB, karena program pemerintah yang dilaksanakan melalui program BKKBN sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan pembangunan di Maluku,” pungkasnya. (ARI)

Click to comment
To Top