Salahi Izin Tinggal, 8 WNA Dideportasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Salahi Izin Tinggal, 8 WNA Dideportasi

TEMANGGUNG – Selama kurun waktu 2015 ini Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Jawa Tengah, selama 2015 telah mendeportasi delapan Warga Negara Asing (WNA) akibat menyalahi izin tinggal (over stay) di seluruh wilayah eks Karesidenan Kedu. Dari jumlah tersebut satu di antaranya adalah warga negara Malaysia yang telah lama menetap di Temanggung.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo,Suparman, permasalahan WNA banyak didominasi oleh persoalan izin tinggal. Banyak dari mereka tidak memiliki izin tinggal atau izin tinggal sudah kedaluarsa.
“Para WNA yang bermasalah tersebut kebanyakan adalah pekerja atau yang sudah punya keluarga disini mereka tidak melakukan perpanjangan izin,” terangnya saat ini melakukan rapat tim pengawasan orang asing Kabupaten Temanggung dan dilanjutkan dengan operasi gabungan, Rabu (30/9).
Ia menuturkan salah satu dari 8 wna yang dideportase tersebut adalah warga Malaysia yang sudah menetap di Kabupaten Temanggung selam 17 tahun, atas nama Nur Azizah. Alamat yang tercatat di Kantor Imigrasi adalah Maron.
“Yang bersangkutan menikah dengan warga Kabupaten Temanggung dan menetap di Temanggung selam 17 tahun, bulan lalu yang bersangkutan sudah kita deportasi,” terangnya.
Penindakan terhadap WNA bermasalah telah diatur dalam UU Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011. Pada kesempatan itu, Kantor Imigrasi juga melakukan operasi gabungan dengan pemerintah setempat yang terdiri pemda, TNI dan Polri.
Sasaran utama dari operasi ada pada sektor industri yang diduga menggunakan tenaga asing yang tidak memiliki ijin tinggal. Pekerja illegal tentu saja menimbulkan banyak kerugian. Diantaranya, pemasukan negara tidak ada, dan kecemasan warga dilingkungan sekitar meningkat. Apalagi, saat ini warga negara Tiongkok dan Korea bebas visa masuk Indonesia. Aparat memiliki tanggungjawab untuk meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap WNA.
“Personel kami kurang dengan wilayah kerja se-Kedu. Makanya kami juga membentuk Tim Pora (Pengawasan Orang Asing) terdiri dari Pemda, TNI dan Polri setempat. Mereka kami ajak untuk mengawasi,” tambahnya.
Menurut catatan Kantor Imigrasi, setidaknya terdapat 400 WNA tersebar di seluruh wilayah eks Karesidenan Kedu. 19 di antaranya tinggal di Temanggung. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Korea, Cina, Singapura, Korea, Malaysia dan Amerika. (din)

To Top