Sering Disudutkan, Idris-Suardi Tetap Minta Pendukungnya Bersabar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Sering Disudutkan, Idris-Suardi Tetap Minta Pendukungnya Bersabar

FAJAR.CO.ID, BARRU — Sikap yang patut dicontoh kembali ditunjukkan kandidat incumbent bupati Barru Andi Idris Syukur. Di tengah maraknya kampanye hitam yang menyudutkannya, jebolan magister sains Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu, justru tetap menenangkan pendukung dan simpatisannya untuk bersabar.

Di setiap kegiatan sosialisasi dan silaturahmi kandidat nomor urut 3 itu, ia tidak lupa menyelipkan pesan damai kepada masyarakat agar tetap bersabar ketika ada orang yang memfitnah kita. “Saya bisa saja membalasnya, tapi itu bukan karakter saya. Kalau ada orang seperti itu, doakan saja semoga masuk surga,” imbau Idris saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat di kediaman pribadinya di Pancana, Selasa (29/8) malam.

Tak sampai di situ, kandidat yang di awal pekan ini dinobatkan sebagai tokoh penggerak pembangunan investasi daerah oleh Harian Parepos meminta kepada pendukung dan simpatisannya, agar tidak menggunakan cara kekerasan.

“Janganki pakai kekerasan ketika orang memfitnah kita. Mari kita jaga suasana kondusif yang terjalin di Barru. Kita tunjukkan dengan program yang sudah dicapai, termasuk gagasan yang kita ingin lanjutkan,” papar Idris yang juga kandidat doktor pembangunan di Universitas Brawijaya,Malang.

Di kesempatan tersebut, pasangan Suardi Saleh ini mengajak para rivalnya untuk bersaing secara sehat, baik adu gagasan maupun konsep. Sebab sejatinya, momentum pilkada dijadikan ruang saling berebut simpati rakyat dengan cara yang positif.

“Jangan sampai baru menjadi calon pemimpin, tapi kata-katanya sudah kasar dan suka memfitnah. Kita bisa bayangkan, kalau sudah menjadi pemimpin, bisa-bisa rakyatnya dikasari dan dituding yang tidak-tidak,” tutur mantan penjabat Bupati Wajo 2008-2009.

Disinggung mengenai adanya kandidat yang menjelelek-jelekkan namanya secara langsung di depan masyarakat, Idris turut prihatin. Pasalnya, saat deklarasi damai yang dihadiri masing-masing pasangan, semua menandatangani kesepakatan tersebut untuk mengawal dan menjalankan proses pilkada secara bermartabat.

“Silakan masyarakat menilaianya sendiri, mana kandidat yang belum menjabat, tapi justru sudah piawai menebar kebohongan di rakyat. Pastinya, AIS tidak memiliki karakter seperti itu. Lebih baik kita fokus menyosialisasikan gagasan kita, ketimbang terjebak juga menjelek-jelekkan kandidat lain,” katanya.

Dikabarkan, kandidat tertentu di Barru, ditengarai sering menjelek-jelekkan kandidat lain, dan tanpa malu mengklaim jika sebagian jalanan di Barru merupakan jerih payahnya di pusat, meski kandidat yang bersangkutan tidak pernah terlibat di struktur pemerintahan selama ini.

Selain itu menjanjikan pemasangan listrik di rumah masyarakat. Padahal, pemasangan listrik di wilayah pedalaman sisa menunggu waktu saja untuk dipasangkan tiang dan kabel listrik, karena sudah diprogramkan bupati sebelumnya, Andi Idris Syukur. “Tapi kalau ada mau klaim-klaim silakan saja. Mungkin hanya malu-malu saja tidak mau mengakui kemajuan di daerah kita,” pungkasnya. (rilis)

loading...
Click to comment
To Top