Total di AdnanKio, Ian Latanro Siap Dipecat Kubu Agung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Total di AdnanKio, Ian Latanro Siap Dipecat Kubu Agung

FAJAR.CO.ID, GOWA — Juru Bicara pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa nomor urut 5, Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio, Ian Latanro, mengaku tak akan meninggalkan paket yang didukungnya jika mendapat ancaman pemecatan dari Partai Golkar kubu Agung Laksono. Meskipun ia tak membantah secara aturan organisasi di Golkar, sikapnya sudah melanggar.
“Kalau keberpihakan saya di Pak AdnanKio dianggap melanggar Partai Golkar, maka saya ikhlas di pecat. Karena saya juga tahu diri, jika saya telah melanggar PO Golkar,” ujar Ian yang juga Plt Ketua Golkar Enrekang kubu Agung Laksono, Kamis 1 Oktober 2015.
Menurutnya peraturan organisasi di Golkar memang tak dapat ditawar, sehingga jika DPP kubu Agung ingin memecatnya, ia sudah ikhlas. “Tentu saya ikhlas, karena PO di Golkar memang tak dapat ditawar. Meskipun Golkar kubu Aburizal Bakrie mendukung AdnanKio,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, Golkar kubu Agung sejauh ini masih setia di pasangan Sjahrir Sjafrudding Dg Jarung-Anwar Usman (Djamanta). Sementara kubu ARB mengalihkan dukungan ke AdnanKio. Meskipun tak bisa dipungkiri beberapa kader Golkar kubu ARB juga terbelah, yang sebagian ada dipasangan Tenri Olle Yasin Limpo-Khaerul Muin.
Sementara menyikapi sikap Koordinator Wilayah Gowa DPD I Golkar Sulsel, Choist Bachtiar, yang menyebut tidak masalah ada kader Golkar di kubu lain, menurut Ian, adalah komentar yang keliru.
“Yang saya heran, kalau kubu ARB sebut tak apa-apa ada kader mendukung pasangan lain dan mengatasnamakan PO,” ungkapnya. Seharusnya, kata Ian, kalau ada yang mendukung calon lain, tak usah dibenarkan mengatasnamakan PO.
“Apakah PO kubu ARB hanya berlaku untuk Pak Latinro Latunrung di Enrekang, Andi Cicang di Bone Pak Ince Langke di Selayar. Justru yang saya tunggu apakah Pak Nurdin Halid berani bersikap seperti yang dilakukan ke Pak Latinro ke kader lain yang membangkang di 11 Pilkada di Sulsel,” kritiknya. Sebenarnya, menurut Ian, ia tak ingin mempolemikkan beda dukungan ini di media.
“Saya bilang begini, karena ada yang duluan mempolemikkan bahkan membenarkan kader mendukung calon yang tak didukung secara resmi dengan menyebut-nyebut PO,” pungkasnya. (*/wik)
loading...
To Top