Menteri Keuangan: Raih WTP, Bukti Nyata Melawan Korupsi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Menteri Keuangan: Raih WTP, Bukti Nyata Melawan Korupsi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR--Di tengah gencarnya isu black campaign yang dihembuskan kubu tertentu menjatuhkan kandidat incumbent Bupati Barru Andi Idris Syukur, Kementerian Keuangan justru secara resmi menyerahkan piagam Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru bersama sejumlah daerah dan provinsi di Indonesia, Jumat (2/10).

Seakan menjadi jawaban dari beragam fitnah yang digencarkan kubu tertentu ke Idris Syukur, Menteri Keuangan  Darmin nasution yang membuka langsung Rapat Kerja Nasional Akuntasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah tahun 2015 di Jakarta, menegaskan, gubernur dan bupati yang sukses menjadikan daerahnya meraih WTP patut diberikan apresiasi khusus.

Pasalnya, mendapatkan opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bukan pekerjaan mudah. Butuh komitmen dan keseriusan kepala daerah beserta jajarannya untuk mempelopori pemberantasan korupsi dan penyelewengan anggaran.

“Kita harus apresiasi lebih kepada kepala daerah yang daerahnya mendapatkan opini WTP dari BPK. Tentu itu adalah bukti nyata kepala daerahnya  berperang melawan korupsi dan itu bukan hal mudah untuk dilakukan,” tegas mantan Gubernur Bank Indonesia itu saat memberikan sambutan.
Ia menuturkan, kinerja kepala daerah yang bisa menjaga aparaturnya mengelola keuangan secara transparan, merupakan salah satu revolusi mental yang layak dipertahankan. Apalagi, hanya sebagian kecil saja daerah yang bisa mendapatkan WTP.

[NEXT-FAJAR]
Sekadar diketahui, rapat kerja dan penyerahan piagam WTP tersebut dihadiri Penjabat Bupati Barru Andi Muh Yamin. Mantan Kepala Dinas Koperasi Sulsel itu menerima penghargaan tersebut yang didapatkan Barru di era kepemimpinan Andi Idris Syukur.

Selama dua tahun berturut-turut untuk laporan keuangan 2013-2014 dan 2014-2015, Kabupaten Barru berhasil mencatatkan sejarah yang pertama kalinya bisa mendapatkan penilaian opini WTP dari lembaga negara.

Padahal, saat Idris di awal pemerintahannya, pasangan Suardi Saleh di Pilkada 2010 tersebut mendapat “warisan” utang sekitar 64 miliar dari pemerintahan sebelumnya. Selain itu, pengelolaan keuangan di Barru juga masih dinyatakan disclaimer oleh BPK.

Meski demikian, rapor merah yang didapatkan Barru di awal menjabat dijadikan cambuk tersendiri untuk membenahi pengelolaan keuangan. Hanya dalam waktu dua tahun, Idris mampu melunasi utang pemerintahan sebelumnya, dan kini mendapatkan opini WTP.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, tanpa sungkan memberikan pujian ke Idris Syukur atas kerja kerasnya membangun Barru dengan tetap mengedepankan pengelolaan keuangan yang transparan dan bersih dari temuan merugikan negara. “Itu juga bukti kalau pemerintahannya bersih,” tegas Syahrul, belum lama ini. (rilis)

loading...
Click to comment
To Top