Beras Menipis, Warga Polman Ini Konsumsi Umbi Beracun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Beras Menipis, Warga Polman Ini Konsumsi Umbi Beracun

FAJAR.CO.ID, POLEWALI – Musim kemarau panjang membuat warga Dusun Tirondo Kelurahan Sulewatang Kecamatan Polewali Mandar (Polman) memilih alternatif pengganti beras.  Mereka kebanyakan berkebun, ada bertani tapi tak seberapa. Hasil kebun  kakao, langsat, dan juga durian.

Musim kering membuat tanaman layu, tak membuahkan hasil. Persediaan beras pun kian menipis.  Akhirnya, mereka yang tak cukup biaya membeli beras, memilih mengonsumsi umbi-umbian. Mereka menyebutnya sikapa. Jenis umbian-umbian yang didapatkan warga di dalam hutan.

Konon, umbian itu pernah menjadi makanan pokok masyarakat sekitar. Namun, bagi yang mereka yang berduit, Sikapa menjadi makanan tambahan, atau pun obat, sedangkan sikapa bagi mereka tak punya cukup biaya, sikapa jadi makanan sehari-hari.

[NEXT-FAJAR]

Sikapa tumbuh liar. Umbian ini beracun. Namun warga Tirondo tahu cara mengelolahnya hingga aman dikonsumsi. Umbian ini bergetah, pohonnya berduri. Jika hendak dicabut mesti hati-hati. Mencari tanaman itu warga Tirondo, butuh waktu satu jam berjalan kaki ke hutan.

Jika dirasa cukup, mereka pulang. “Saya ke kampung Tirondo. Mendapati kampung itu, tak rumit. Masyarakat mengenalnya, Kandang atau tempat jual-beli langsat maupun durian saat musim buah. Di sini memang ada konsumsi sikapa, ke sana saja ke kandang, banyak itu yang makan sikapa,” ujar warga Tirondo, Hatija.

Namun bagi Hatija, sikapa hanya dimakan sebagai pelengkap saja. Kerap dijadikan kerupuk, tetap beras makanan utama. Dia lalu menunjuk arah ke ujung kampung Tirondo. Nah di sini beberapa warga mengonsumsi sikapa sehari-hari pengganti beras. (ham)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top