UMP di Maluku Aman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

UMP di Maluku Aman

AMBON — Pemprov Maluku yakin  demontrasi terkait Upah Minimun Provinsi (UMP) seperti yang terjadi di baberapa provinsi  di Indonesia tidak akan terjadi di  Maluku. UMP Maluku dinilai cukup “aman”  diangka Rp 1.650.000, yang membuat tenaga kerja merasa tenang.

Dikabarkan sejak ditetapkan UMP oleh Gubernur Maluku 1 November 2014 lalu, hingga kini tidak ada gejolak maupun demontrasi menentang kebijakan tersebut. “Ya, selama ini kita terus melakukan pengawasan, terhadap teman-teman perusahaan dan pekerja, dan Maluku aman, tidak ada demo terkait UMP,” tutur Kepala Bidang Hubungan Perindustrian, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku, M Junaris, Senin (6/10).

Bahkan, kata dia, tidak ada laporan maupun keluhan dari tenaga kerja atas upah yang diberikan perusahaan. ” Kami selalu turun ke lapangan dan dari data yang ada, tidak ada laporan karyawan atau pekerja terkait gaji mereka yang kurang dari UMP,” tandasnya.

Meski demikian, Junaris mengaku, masih banyak perusahaan yang memberi upah di bawah UMP, terlebih perusahaan atau industri yang berada di kebupaten/kota. ”Itu biasanya terjadi karna keterbatasan perusahaan, dan sudah disepakati bersama dengan pekerjanya. Namun,  bila ada laporan perusahaan  yang melanggar kesepakatan itu, maka perusahaan tersebut akan kami tindak tegas,” akunya.

Untuk tahun 2016, Junaris mengaku pihaknya belum memastikan adanya kenaikan UMP dari tahun sebelumnya atau tidak. Kenaikan UMP tersebut baru diketahui  dalam rapat dewan pengupahan di Jakarta dalam waktu dekat ini. “Untuk menentukan UMP tahun 2016 kita akan rapat dengan dewan pengupahan. Disitu ada Apindo dan serikat pekerja dan unsur terkait, yang akan berbicara,” pungkasnya.

Dijelaskan, dengan kondisi rupiah yang melemah dan banyak perusahaan yang bergantung pada barang-barang import, menjadi kendala perekonomian yang berdampak pada penetapan UMP.(ARLIS)

loading...
Click to comment
To Top