Dasar Bejat, Adik Ipar Diancam dan Digauli Belasan Kali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Dasar Bejat, Adik Ipar Diancam dan Digauli Belasan Kali

FAJAR.CO.ID, TUBAN – Pagar makan tanaman. Itulah kata-kata yang tepat ditujukan kepada Kadi (32) warga Desa Rayung, Kecamatan Senori. Petani ini tega menyetubuhi adik iparnya sendiri berinisial MJ, 14, yang mestinya dilindungi. Akibatnya, Kadi dijebloskan ke tahanan Polres Tuban.

Kasubbag Humas Polres Tuban AKP Ellis Suendayati mengatakan, berdasar pengakuan tersangka, persetubuhan tersebut sebanyak 13 kali. Semuanya berlangsung di rumah tersangka.

Dia menerangkan, persetubuhan berlangsung dengan ancaman kekerasan. Kejadian pertama pada puasa Ramadan sekitar Juli 2014. Saat itu, korban yang tinggal bersama tersangka dirayu dan ditarik ke dalam kamar. MJ pun berhasil disetubuhi paksa.

Setelah kejadian tersebut, korban tidak berani cerita kepada siapa pun, termasuk pada kakak kandungnya yang juga istri tersangka. Korban tinggal bersama kakak kandung dan kakak iparnya  karena kedua orang tuanya bekerja di Biak, Papua.

Kejadian tersebut terulang hingga berkali-kali. Bahkan,sebelum kasus itu terungkap, tersangka sempat mengabadikan tubuh korban yang tanpa busana saat mandi dengan kamera ponsel.

Kepada penyidik, tersangka mengatakan video tersebut untuk kenang-kenangan karena MJ berencana menyusul orang tuanya ke Biak. Video inilah yang justru menjadi alat untuk mengancam korban.

“Kalau korban tidak segera balik dari Biak, tersangka mengancam akan menyebarkan video itu,” ungkap Elis.

Kasus tersebut terungkap di Biak. Awalnya, korban mengeluh sakit perut. Khawatir terjadi sesuatu,  kedua orang tua MJ memeriksakan putrinya tersebut ke dokter. Setelah diperiksakan, korban bercerita kalau dirinya berkali-kali disetubuhi kakak iparnya.

Orang tua korban yang tidak terima melaporkan kasus tersebut ke Polsek Senori dan kemudian dilanjutkan ke Polres Tuban.

Tersangka yang kini ditahan dijerat pasal 81 jo pasal 76 D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya, minimal lima tahun penjara. (ono/ds/ndi/JPG)

loading...
Click to comment
To Top