Hiii… Ini 10 Hantu Paling Menyeramkan di Sulawesi Selatan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Hiii… Ini 10 Hantu Paling Menyeramkan di Sulawesi Selatan

Hiii… Ini 10 Hantu Paling Menyeramkan di Sulawesi Selatan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Meski menyeramkan, cerita hantu selalu digemari masyarakat. Bahkan tak jarang penampakan sosok menakutkan selalu sering menjadi perbincangan heboh di masayarakat. Nah, di tanah Sulawesi Selatan misalnya. Di sana ada 10 jenis hantu mengerikan yang selalu menjadi perbincangan masayarakat.

Berikut ini 10 hantu mengerikan dari tanah Sulawesi Selatan yang dirangkum dari berbagai sumber seperti dilansir pojoksatu (Fajar Group):

1. Poppo

Hantu poppo disebut-sebut sebagai hantu berjenis manusia terbang. Hantu ini hanya terbang pada malam hari. Bahkan, saat terbang, dia akan mengeluarkan bunyi ‘pok..pok..pok..!.

Terkadang hantu ini juga menirukan suara mirip anak kecil, “eak..eak..eak!”

Berdasarkan cerita-cerita warga, manusia yang menjelma menjadi hantu poppo pada malam hari memiliki ciri-ciri seperti, mata selalu memerah, suka meludah-ludah, dan gesit bekerja pada siang hari.

Pada malam hari, hantu poppo terbang mencari buah-buahan, ikan, dan hasil kebun seperti jagung muda. Konon, saat hantu poppo terbang, dia menyimpan ususnya di tempurung kelapa dan diletakkan di belakang pintu.

Selain memakan buah-buahan, hantu poppo juga memakan manusia, khususnya bayi yang baru lahir atau manusia yang sedang sekarat.

2. Bombo

[NEXT-FAJAR]

Bombo adalah jenis hantu yang suka menakut-nakuti manusia. Tapi hantu ini tidak memangsa manusia. Masyarakat Sulawesi Selatan percaya bahwa hantu bombo ini merupakan penunggu tempat keramat. Misalnya, seperti pohon besar atau batu keramat.

Hantu bombo sering muncul dalam berbagai bentuk, seperti tangan atau kepala yang sedang terbang. Bisa pula dalam bentuk buah-buahan, seperti pisang atau kelapa terbang.

3. Patitong

Patitong atau batitong adalah sosok manusia yang menjelma menjadi hantu. Batitong bisa muncul pada malam hari dan bisa pula pada siang hari. Namun, hantu ini lebih sering terlihat pada malam hari.

Patitong sering muncul di daerah yang kotor, seperti tempat pembuangan sampah. Mereka kerap terlihat menggaruk-garuk sampah atau muncul di tempat pembuangan kotoran manusia.

Pada malam hari, patitong berjalan dengan menggunakan cahaya yang dari lubang hidungnya. Cahaya itu terlihat bola api kecil yang keluar masuk dari hidung. Hantu batitong juga dikenal sebagai pemangsa ganas, terutama pada orang sakit yang sudah sekarat.

4. Parakang

[NEXT-FAJAR]

Parakang adalah jenis hantu manusia mirip siluman. Parakang cukup berbahaya karena bisa memangsa manusia, khususnya anak kecil. Parakang bisa muncul pada malam hari, tapi juga siang hari, khususnya pada saat hujan gerimis yang disertai terik matahari yang cukup panas.

Ciri-ciri hantu parakang yakni hidung agak merah, mata sangat tajam memiliki bau khas. Di saat dia sedang mengganas dan mencari mangsa, rambutnya diacak-acak hingga wajahnya tak terlihat.

Parakang sangat doyakan memangsa bayi dan anak-anak. Tanda- tanda orang yang diisap parakang adalah sakit perut dan keluar darah saat buang air.

Parakang bisa mengubah dirinya menyerupai binatang atau benda. Kadang muncul dengan wujud kucing, angsa putih, kerbau, dan binatang lainnya.

5. Longga

Longga atau dongga diimaginasikan sebagai hantu dengan tubuh berbentuk bayangan hitam yang sangat tinggi. Tingginya bisa setinggi pohon kelapa. Hantu jenis ini sering menyembunyikan anak kecil pada saat menjelang Magrib. Hantu longga ini terkenal di daerah Sulawesi Tenggara.

Konon, anak yang disembunyikan oleh longga bisa jadi ada di sekitar rumah tapi tidak bisa dilihat oleh orang yang mencarinya. Anak-anak yang diculiknya akan diberi makan kaki seribu, cacing dan binatang menjijikkan lainnya.

6. Asu panting

[NEXT-FAJAR]

Asu panting adalah serigala versi bugis. Hantu ini memiliki kemampuan lari yang sangat cepat, dua kaki depannya lebih pendek dari kaki belakangnya. Jika orang Bugis jaman dulu melihat kangguru pasti langsung mengklaim asu panting.

Tidak ada orang yang pernah bertemu langsung dengan asu panting ini, orang hanya bisa mendengar lolongannya yang khas pada  malam hari. Asu panting ini memiliki bulu yang sangat halus, sehingga tak bisa terlihat oleh mata kepala.

Jika menginjak bulunya, konon kaki akan bengkak dan sulit untuk disembuhkan. Orang di kampung yang melihat kaki orang diabetes pasti mengklaim sudah diinjak bulu asu panting.

7. Dompe

Hantu dompe merupakan sosok orang bertubuh kecil dengan 2 telinga yang sangat lebar. Telinga itulah yang akan dia gunakan untuk terbang. Hantu ini populer di Bugis Bone, Sulawesi Selatan.

8. Tallu Ana

Tallu Ana adalah jenis hantu roh seorang perempuan yang muncul bila kabut turun. Konon, Tallu Ana ini suka menyembunyikan anak kecil, tetapi tidak diapa-apakan, hanya disembunyikan.

Di daerah Sinjai Barat, sering terdapat anak kecil yang di sembunyikan oleh Tallu Ana. Mereka biasanya menyembunyikan anak-anak tersebut di hutan selama 3 hari.

9. Kandoleng

[NEXT-FAJAR]

Kandoleng adalah jenis hantu perempuan berbaju putih yang punggungnya belubang. Hantu ini mirip dengan kuntilanak di tanah Jawa. Kandoleng kerap menjelma sebagai momok menakutkan di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Suaranya yang khas, membuat siapa pun merasa takut. Ketika isu tentang maraknya Kandoleng beredar, maka anak-anak kecil tidak diperbolehkan keluar malam oleh orang tua mereka.

Mereka hanya dibiarkan bermain di luar sampai sore. Karena mereka takut, Kandoleng akan memangsa anak mereka. Kemunculan kandoleng lumrahnya di pohon-pohon berbatang besar dan berdaun lebat.

10. Kongkong pancing

Hantu Kongkong Pancing bermukim di Gunung Bawakaraeng. Kongkong Pancing ini punya grup dalam menyatroni kampung-kampung pada malam hari. Grup dari kongkong pancing ini sendiri, terdiri dari sikongkong pancing sendiri (seekor anjing siluman) burung siluman, kuda siluman dan sipenunggang kuda yang merupakan bos dari siluman tersebut. (one/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top