Ini Obat Keras Beredar di kalangan Pelajar di Polman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ini Obat Keras Beredar di kalangan Pelajar di Polman

FAJAR.CO.ID, POLEWALI – Maraknya penyalahgunaan obat keras di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) ternyata banyak menyerang para siswa. Kondisi membuat generasi Polman terancam.

Nama obatnya, triheksifenidil yang juga disebut pil boje. Obat keras ini masuk obat daftar G. Obat yang khusus untuk digunakan obat orang ganguan jiwa. Namun, bila dikonsumsi manusia normal, efeknya bisa membuat pengonsumsi mabuk, dan berhalunisasi hingga berhari-hari.
Peredaran itu membuat juga anggota DPRD Polman khawatir beredaranya pil itu. Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin, serta Ketua Komisi IV DPRD Polman, Jamar Jasin Badu, serta anggota komisi IV lainnya, melakukan reses ke RSUD Polewali, dan sekolah-sekolah yang siswanya menjadi korban.
Di RSUD Polewali, mengakui peningkatan pasien di ruang saraf karena efek ditimbulkan pengaruh obat itu. Dokter Saraf RSUD Polewali, dr Yulistiowati bilang umumnya pasien yang ditangani kebanyakan masih remaja, mereka kebanyakan telah mengonsumsi obat. “Efek dari obat itu menimbulkan gejala halunisasi,” katanya.
Jamar menjelaskan perederan pil bojek ini kian marak, obat terlarang bisa merusak para generasi karena yang mengonsumsi kebanyakan remaja, bahkan ada laporan dari murid SD hingga Siswa SMA menjadi korban dari pil boje. “Ini gawat betul kalau begini,” ujarnya.
DPRD Polman pun akan menindaklanjutinya dengan memanggil intansi terkait, dari Disdik, hingga Dinkes, terkait peredaran obat itu. “Kita akan rapat dengar pendapat, soal kasus ini. Kita juga minta agar pengawasan orang tua siswa menjaga anak-anaknya, termasuk sosialisasi obat ini yang cukup membahayakan,” katanya.
Kunjungan anggota DPRD Polman, dari SMP 4 Polewali, SMP 3 Polewali, dan SMA 1 Polewali. Namun, di SMP 4 Polewali, sekolah belum mendapatkan laporan terkait adanya siswa tekait. “Saya belum dapat laporan,” kata Kasek SMP 4 Polewali, Kartini Karama.
Namun, di SMP 3 Polewali, satu siswinya menjadi korban. “Ada satu pak, betul-betul obat ini merusak siswa, saya harap peredaran ini bisa cepat terungkap,” kata Kasek Andi Gawe dihadapan anggota DPRD Polman. Begitupun di SMA 1 Polewali, Sekolah mengidentifikasi tiga siswa yang pernah mengonsumsi obat itu. “Ada tiga siswa kami catat, untuk kami bina,” tutur Wakil Kasek SMA 1 Polewali, Rusdin Razak. (ham)
loading...
Click to comment
To Top