BBKIPM Gagalkan Penyelundupan Ribuan Kilo Sirip Hiu ke Hongkong – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

BBKIPM Gagalkan Penyelundupan Ribuan Kilo Sirip Hiu ke Hongkong

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Petugas Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BBKIPM) Bandara Soekarno- Hatta (Soetta) berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 1.975 kilogram sirip ikan jenis Hiu Koboi (Charcarhinus Longimanus), Selasa (6/10). Barang ilegal itu rencananya hendak diselundupkan ke Hongkong.

Untuk mengalabui petugas, manifest yang dikirim oleh PT SPJ tertulis bahwa paket yang terbungkus dalam 73 karton itu adalah sirip ikan pari kering dan ikan hiu lanjaman. Namun, berkat kejelian petugas upaya penyelunpan spesies ikan yang dilindungi itu berhasil digagalkan. Setelah ditafsir, nilai sirip hiu itu berkisar Rp 1 miliar itu.

Menurut Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian dan Informasi (Kabid Wasdal) Bandara Soetta, Rusnanto, upaya penyelundupan sirip ikan hiu jenis koboi ini berhasil dicegah, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap paket yang akan dikirim oleh PT SPJ. “Tujuan negara Hongkong,” ujar Rusnanto kepada wartawan, Selasa (6/10).

Beruntung petugas BBKIPM tidak begitu saja percaya dengan dokumen yang diberikan oleh PT SPJ, sehingga pihaknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut.  Benar saja, saat diperiksa pihaknya menemukan setidaknya 600 sirip ikan jenis Hiu Koboi yang dicampur dengan sirip ikan pari kering jenis Liong Bun (Rhina Ancylostoma) seberat 999 kg. Selain itu 31 karton Sirip hiu lanjaman (Charcarhinus amblyrhynchoides).

”Kami telah mengamankan seorang tersangka berinisial J yang diduga bertanggung jawab atas ekspor ilegal ini,” katanya.

[NEXT-FAJAR]

Rusnanto menuturkan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 59/PERMEN-KP/2014, ikan hiu koboi dan hiu martil merupakan salah satu spesies ikan yang dilindungi dan tidak bisa diekspor secara bebas ke luar negeri.

Pasalnya, populasi kedua jenis ikan hiu itu terus berkurang dari tahun ke tahun. ”Status mereka (hiu martil dan koboi) sudah in-danger. Di Hongkong, sirip ikan hiu jenis ini nilainya bisa mencapai Rp1 miliar lebih,” tandasnya.

Masih kata Rusnanto, akibat perbuatan tersangka, setidaknya ada sebanyak 3.000 lebih Ikan Hiu Martil yang harus dibunuh dari perairan Indonesia, hanya demi mengambil siripnya saja.  Selain itu katanya, kedua jenis Hiu itu juga sudah disepakati masuk daftar Appendik II CITES pada Conference of the Parties CITES ke-13 di Bangkok.

Apabila kegiatan penangkapan terus dilakukan dan eksploitasi kedua jenis hiu ini dilakukan secara berlebihan akan terancam punah.  ”Seluruh barang bukti dan tersangka untuk sementara kami amankan ke Kementerian KP,” pungkasnya. (feb/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top