Cara Baru Kubu Tertentu Bohongi Rakyat Sudutkan AIS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Cara Baru Kubu Tertentu Bohongi Rakyat Sudutkan AIS

FAJAR.CO.ID, BARRU – Politik kotor nampaknya menjadi bagian strategi kubu tertentu untuk terus menyudutkan pasangan yang didukung mayoritas parpol berbasis Islam, Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS).

Setelah rentetan isu dihembuskan menjatuhkan AIS yang kebenarannya justru tidak terbukti, kini cara baru diduga dilakukan untuk memojokkan pasangan nomor urut 3 itu.

Bahkan untuk mencapai targetnya, kubu tertentu itu rela membohongi masyarakat. Modusnya menyampaikan kepada warga jika AIS membeda-bedakan orang, karena ada yang dikasi uang, dan yang tidak dikasi. Sehingga mereka meminta warga tidak mendukung AIS.

Informasi yang dihimpun, provokasi dengan melemparkan isu murahan tersebut, diduga massif dilakukan di beberapa wilayah di Kecamatan Barru, sesuai penyampaian relawan ke tim. “Kalau benar seperti itu, kami meminta untuk istigfar. Kasihan rakyat dibodoh-bodohi, dan dibohongi hanya karena ambisi politik kita,” kata Arif menanggapi isu tersebut, Rabu 6 Oktober 2015.

Arif yang juga mantan redaktur politik di Koran SINDO Makassar menegaskan, sejak awal, berkomitmen menjalankan pilkada yang bermartabat, dan menyerukan ke masyarakat untuk bersama-sama memerangi politik uang. Sebab cara seperti itu tidak memberikan pendidikan politik yang baik ke masyarakat.

Malah, ada indikasi kubu tertentu mulai jalan mengiming-imingi warga untuk diberikan uang hingga Rp100-200 ribu jika mendukung kandidat yang disosialisasikan. Begitu juga meminta KTP dan KK warga untuk didata diberikan uang jelang pencoblosan.

Arif mensinyalir, upaya pihak tertentu yang sengaja melempar isu jika AIS membagi-bagikan uang dan membeda-bedakan warga, sebagai upaya untuk mengesankan jika kandidatnya tidak melakukan cara itu. “Bisa jadi mereka mau cuci tangan. Karena mulai tercium mau menghalalkan segala cara, sehingga membuat isu kalau AIS melakukan politik uang,” paparnya.

Disinggung kubu yang dimaksud, Arif memilih tidak menyebut nama secara langsung, dengan pertimbangan masih mencari bukti-bukti pendukung, sekaligus melindungi warga yang memberikan informasi ke timnya.

Tim Pemenangan AIS meminta tim dan relawan, agar mewaspadai pergerakan kubu tertentu yang sejak awal sudah terbaca gerakannya ingin menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi politiknya, meski harus membohongi rakyat.

“Kita juga berharap, agar Panwaslu dan jajarannya bisa mengawasi ini semua. Kami percaya, kalau Panwaslu bisa bekerja profesional dan tidak takut dengan intervensi atau ancaman,” pungkasnya. (*/wik)

Click to comment
To Top